Mjnews.id – Pemerintah Desa (Pemdes) di Kabupaten Bengkulu Selatan diingatkan untuk tidak hanya fokus pada pengalokasian anggaran untuk program-program prioritas, tetapi juga berperan aktif dalam penanganan masalah stunting yang semakin menjadi perhatian.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DPPKB-P3A) Kabupaten Bengkulu Selatan, Ferry Kusnadi, SE, memberikan saran bahwa Pemerintah desa (pemdes) harus secara kontinyu mengalokasikan anggaran khusus untuk penanganan stunting dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) setiap tahun. Ini penting agar upaya penurunan angka stunting di tingkat desa dapat terus berjalan dengan efektif.
Menurut Ferry, selain alokasi anggaran, Pemdes juga diminta untuk memberdayakan Tim Pendamping Keluarga (TPK) yang ada di setiap desa. TPK yang terdiri dari Ketua TP PKK Desa, bidan desa atau tenaga medis setempat, dan kader penyuluh Keluarga Berencana (KB) harus terus mendampingi keluarga yang berisiko stunting di wilayahnya masing-masing. Keberadaan TPK diharapkan lebih proaktif dalam melakukan pengawasan dan memberikan solusi terhadap permasalahan stunting.
Pemdes perlu tetap mengalokasikan anggaran yang mendukung kegiatan penanganan stunting, seperti untuk pengadaan makanan tambahan bagi balita dan ibu hamil, serta mendukung pembangunan infrastruktur yang dapat menekan angka stunting, seperti ketahanan pangan desa,jelas Ferry Kusnadi.
Lebih lanjut, Ferry juga berharap agar seluruh masyarakat, terutama orang tua, lebih aktif dalam memberikan pengasuhan yang baik dan benar kepada anak-anak mereka sejak dalam kandungan, hingga masa pertumbuhan, dengan menjaga pola makan yang bergizi dan seimbang.
Melalui alokasi anggaran Dana Desa (DD) yang tepat, kita harapkan dapat mempercepat penurunan stunting di desa-desa, mendorong konvergensi berbagai upaya pencegahan stunting secara lebih terkoordinasi, tambahnya.
Dengan komitmen bersama dari pemerintah desa, TPK, serta masyarakat, diharapkan Kabupaten Bengkulu Selatan dapat terus menurunkan angka stunting dan menciptakan generasi yang sehat dan produktif.( Adv)






