BeritaKota PayakumbuhPendidikan

102 Santri Perguruan Darussalam Ikuti Wisuda Tahfiz, Wawako Elzadaswarman Tekankan Penguatan Iman

16
×

102 Santri Perguruan Darussalam Ikuti Wisuda Tahfiz, Wawako Elzadaswarman Tekankan Penguatan Iman

Sebarkan artikel ini
Wawako Payakumbuh, Elzadaswarman saat wisuda tahfiz 102 Santri Perguruan Islam Darussalam
Wawako Payakumbuh, Elzadaswarman saat wisuda tahfiz 102 Santri Perguruan Islam Darussalam. (f/pemko)

Mjnews.id – Sebanyak 102 santri mengikuti Wisuda Akbar Tahfiz Alquran VI Perguruan Islam Darussalam di Kelurahan Taratak Padang Kampuang, Ahad (17/05/2026), dengan 14 peserta di antaranya berhasil menuntaskan hafalan 30 juz.

“Di era perkembangan digital yang sangat cepat saat ini, peningkatan iman dan takwa untuk anak-anak kita sangat penting untuk membentengi diri mereka,” kata Wakil Wali Kota Payakumbuh, Elzadaswarman.

ADVERTISEMENT

Ia menegaskan komitmen Wali Kota Payakumbuh Zulmaeta bersama dirinya dan jajaran Pemko Payakumbuh untuk terus mendukung program-program tahfiz, memberikan apresiasi terhadap penyelenggaraan wisuda tahfiz yang dinilai berperan penting dalam membentuk generasi Qurani dan memperkuat pendidikan Islam di Payakumbuh.

Menurut dia, pendidikan agama menjadi pondasi utama untuk menghadapi tantangan perkembangan zaman dan derasnya arus informasi digital.

“Harapan kita Minangkabau menjadi pusat pendidikan Islam, dan pemerintah daerah tentu memberikan dukungan untuk mewujudkan hal tersebut,” ujarnya.

Ia menilai anak-anak membutuhkan penguatan karakter dan keimanan agar mampu memilah pengaruh positif dan negatif di tengah perkembangan teknologi.

Menurutnya, pendidikan agama menjadi benteng yang sangat penting dalam menjaga moral dan perilaku generasi muda.

“Kalau tidak kita bentengi, takutnya anak-anak kita tidak bisa memfilter pengaruh yang datang sehingga dapat merusak karakter mereka. Karena itu, perkuatlah anak-anak kita dengan pendidikan keagamaan,” katanya.

Elzadaswarman juga mengingatkan pentingnya keseimbangan antara ilmu pengetahuan dan nilai keimanan dalam kehidupan.

Ia menyebut kecerdasan tanpa akhlak dan iman yang kuat dapat membawa seseorang kehilangan nilai kemanusiaan.

“Kalau pintar ilmu saja tanpa diimbangi keimanan, seseorang bisa menjadi pribadi yang keras dan kehilangan nilai kemanusiaan,” ujarnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT