Opini

Menanti Hoegeng di Era Modern: Oase Kapolri Suyudi

0
×

Menanti Hoegeng di Era Modern: Oase Kapolri Suyudi

Sebarkan artikel ini
AA LaNyalla Mahmud Mattalitti: Menanti Hoegeng di Era Modern, Oase Kapolri Suyudi
AA LaNyalla Mahmud Mattalitti. (f/dpd)

Kekuasaan adalah ujian paling telanjang bagi karakter manusia. Semakin tinggi jabatan, semakin besar godaan untuk angkuh. Melihat ke bawah dengan dagu terangkat.

Oleh: AA LaNyalla Mahmud Mattalitti

Mjnews.id – Namun, ada anomali yang menyegarkan hari-hari ini. Anomali itu datang dari pucuk pimpinan Polri, Kapolri Suyudi Ario Seto.

ADVERTISEMENT

Publik menangkap citra yang belakangan terasa langka.

Seorang jenderal bintang empat yang begitu santun. Nada bicaranya tenang. Tertata. Jauh dari kesan sombong. Sikap ini memanen apresiasi luas. Di tengah lelahnya kita melihat pameran kekuasaan, gaya Kapolri Suyudi hadir laksana oase.

Melihat sosoknya, ingatan bangsa ini ditarik mundur. Pada satu nama legendaris: Jenderal Hoegeng Iman Santoso.

Bagi kita, Hoegeng bukan sekadar mantan Kapolri. Ia adalah monumen integritas.

Kita ingat gurauan abadi Gus Dur. Hanya ada tiga polisi jujur: patung polisi, polisi tidur, dan Jenderal Hoegeng.

Beliau dikenang bukan hanya karena anti-suap. Ia dikenang karena memanusiakan manusia. Ia memperlakukan rakyat kecil dan pejabat dengan kesantunan yang setara. Ia tegas tanpa perlu beringas. Berwibawa tanpa harus ditakuti.

Kesantunan dan kerendahan hati Kapolri Suyudi hari ini adalah modal berharga. Ini menunjukkan kecerdasan emosional. Menunjukkan empati. Dua pilar utama penyangga keadilan.

Namun, publik tentu menyimpan harapan lebih. Lebih dari sekadar sikap santun.

Harapan terbesar kita saat ini adalah melihat kesantunan tersebut bertransformasi. Menjadi keberanian tanpa kompromi. Kita berharap Kapolri Suyudi bisa menjadi Hoegeng di era saat ini.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT