InfrastrukturSumatera Barat

Jaringan Irigasi di Beberapa Titik Areal Pertanian Sumbar Alami Kerusakan

279
×

Jaringan Irigasi di Beberapa Titik Areal Pertanian Sumbar Alami Kerusakan

Sebarkan artikel ini
Jaringan irigasi di Kenagarian Kapujan
Jaringan irigasi mengalami kekeringan di areal pertanian Kenagarian Kapujan, Bayang, Pesisir Selatan. (dok. obral)

Padang, Mjnews.id – Sektor pertanian di Sumatera Barat (Sumbar) cukup bergairah dengan hasil produksi gabah jenis komoditi beras sampai tahun 2021 lalu Sumbar terbilang surplus melebihi dari kebutuhan lokal dan bahkan bahan pangan beras ini pun mampu pula di suplay buat daerah provinsi tetangganya.
Ungkapan ini dikemukakan Kepala Dinas Pertanian Perkebunan Hortikultura Provinsi Sumbar, Ir. Syafrizal ketika dijumpai awak media ini, Kamis 3 Februari 2022.
Menurutnya, ini juga tidak lepas dari perhatian serius dari para wakil rakyat yang ada di legislatif provinsi, kabupaten dan kota se-Sumbar yang telah banyak menyumbangkan alat mesin pertanian (Alsintan) melalui anggaran Pokok-pokok Pikiran (Pokir) anggota dewan. 
Alsintan berteknologi canggih ini pun sudah berada di daerah pedesaan, dan kenagarian yang dikelola oleh masing-masing kelompok tani. 
Jenis Alsintan buat mengolah tanah, mesin memanen padi serta perontok buah padi dari bulirnya sehingga petani sekarang bagaikan tekan tombol saja bila mengolah areal pertanian dan memanen saat musim produksi panen padi.
Petani sekarang di Sumbar sudah bisa ‘berlari’ kencang baik saat mengolah tanah serta memanen padi. 
Namun, sampai awal tahun 2022 ini pun masih ada kendala petani di Sumbar untuk turun ke sawah akibat rusaknya saluran irigasi di beberapa daerah.
Terkait ini, dibenarkan Syafrizal. Dia menyebutkan, beberapa titik lokasi irigasi yang mengalami kerusakan, sehingga petani terhenti turun ke sawah dan petani lebih memilih bercocok tanam tanaman palawija seperti sayuran, jagung dan jenis kacangan, cabai serta komoditi lain.
“Sekarang terdapat jaringan irigasi yang sedang mengalami kerusakan di areal pertanian Lubukbuayo Kota Padang, Kenagarian Kapujan, Kecamatan Bayang, Pesisir Selatan, Batanghari Dharmasraya, dan Irigasi Panti-Rao Pasaman,” imbuhnya.
“Pada titik kerusakan jaringan irigasi ini semuanya telah kita koordinasikan dengan pemangku kewenangan Dinas PSDA Provinsi Sumbar, Balai Irigasi Wilayah Sungai, dan pemangku kewengan irigasi kabupaten dan kota,” tutupnya. 
Sehubungan dengan adanya kerusakan jaringan irigasi di beberapa daerah areal pertanian.
Terkait ini ketika dikonfirmasikan kepada Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA) Provinsi Sumbar, Fathol Bari membenarkan melalui balasan pesan dari ponselnya pada Jumat 11 Februari 2022.
Menurut Fathol Bari, jaringan irigasi itu kewengannya di bagi bagi, ada kewenangan pusat, kewenangan provinsi dan kewenangan kab/kota.
“Hasil wawancara yang Obral lakukan itu? Irigasi-irigasi mana saja? Supaya jelas dan tepat sasaran kewenangannya agar tidak saling melemparkan tugas dan wewenang masing-masing OPD baik di BWS Sumatera V (Pusat), SDABK (Provinsi), PU kab/kota,” balas Fhatol Bari, cukup serius menanggapi konfirmasi awak media ini.
“Kalau sudah punya data-datanya dan valid, kita bisa bahas/diskusikan, karena kalau terkait dengan kewenangan provinsi, itu sudah kewajiban saya selaku Kadis untuk menangani dan memprogramkan untuk ke depannya. Jadi, tolong siapkan terlebih dahulu data-datanya, baru kita diskusi. Kalau tanpa data, diskusinya ntar gak bermanfaat. Thanks,” pungkas balasan pesan dari Kepala Dinas PSDA Sumbar, Fhatol Bari.
(Obral Caniago)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *