Mjnews.id – Sebanyak 524 kabupaten dan kota yang menerima surat edaran undangan rapat koordinasi terkait persiapan pengadaan CPNS untuk tahun anggaran 2023, termasuk di Kabupaten Malang, Kamis (3/8/2023).
Bupati Malang, H M Sanusi hadir langsung pada acara Rapat Koordinasi yang bertujuan untuk mempersiapkan pengadaan ASN tahun anggaran 2023 dan menguji publik RUU ASN. Rapat ini berlangsung di Hotel Grand Sahid Jaya, Jl. Jenderal Sudirman No. 86.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, membuka rapat tersebut, dan turut hadir Menteri PANRB, Abdullah Azwar Anas, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, Nadiem Makarim, serta Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, serta seluruh Kepala Daerah dari seluruh Indonesia, termasuk Bupati Malang.
Dalam Rakor tersebut Bupati Malang didampingi Kepala BKPSDM Kabupaten Malang Nurman Ramdansyah. Rakor ini juga diikuti 38 Provinsi, 416 kabupaten dan 98 kota se Indonesia. Bupati Malang Sanusi tampak penuh perhatian saat MenPAN-RB memberikan arahan terkait pengadaan ASN secara nasional.
MenPAN-RB Abdullah Azwar Anas menjelaskan arah kebijakan pengadaan ASN tahun 2023 fokus pada pelayanan dasar, yaitu guru dan tenaga kesehatan.
Hal tersebut sesuai dengan mandat negara bahwa pendidikan dan kesehatan adalah sektor prioritas. Menteri Anas juga mengimbau instansi pemerintah pusat dan daerah untuk mendata kebutuhan ASN di tahun 2023 yang mendesak untuk dipenuhi.
“Untuk diketahui, pemerintah melalui Kementerian PANRB telah menetapkan sebanyak 572.496 kebutuhan aparatur sipil negara (ASN) nasional tahun 2023. Jumlah tersebut merupakan total dari penetapan kebutuhan untuk 72 kementerian/lembaga pemerintah pusat sebanyak 78.862 dan pemerintah daerah sebanyak 493.634.” ungkap Anas.
Menteri Anas menyampaikan, pada prinsipnya setiap warga negara memiliki hak dan kesempatan yang sama untuk mengikuti seleksi CASN sepanjang memenuhi syarat.
“Yang belum lulus ditahun kemarin, jangan berkecil hati karena masih ada kesempatan untuk mengikuti seleksi tahun 2023 yang kami upayakan akan ada terobosan kebijakan dalam pengadaan ASN. Untuk itu, manfaatkan pembelajaran yang telah dilalui tersebut dengan sebaik-baiknya agar dapat lulus seleksi,” tandas Anas.
(*/rmn)









