Epyardi juga mengajak, agar mahasiswa yang nantinya sudah diwisuda jangan terlena dengan merasa bebas dari pelajaran. Justru pelajaran hidup itu akan dimulai setelah diwisuda.
“Ini bukan akhir, tapi ini awal bagi anak-anakku semua. Cobaan hidup, pelajaran hidup baru saja dimulai. Jika tidak pintar dan fokus kita bisa kalah di zaman yang semakin keras ini,” ucap Epyardi.
Epyardi mengungkap, ada dua kunci sukses yang ia terapkan selama ini dan itu bisa diterapkan oleh para mahasiswa.
“Niatkan untuk ibumu, fokus. Dan dalam bisnis ada dua kuncinya yakni pengalaman, dan jaringan. Butuh pengalaman, jangan mudah menyerah, kalau gagal, itu namanya pengalaman. Perbanyak teman, sahabat, kenalan, nah ini akan memperbesar tali silaturahmimu,” kata Epyardi.
Yanti (23), mahasiswi yang diwisuda mengatakan, ia awalnya mendengar Epyardi Asda sebagai seorang bupati di Kabupaten Solok. Namun, setelah mendengar orasi Epyardi membuat ia semangat untuk berjuang menolong keluarganya hingga sukses.
“Saya ingin keluarga saya juga sukses seperti beliau. Ternyata perjalanan hidupnya penuh tantangan. Dan saya termotivasi dengan ceritanya yang berniat untuk sang ibu serta fokus pada tujuan hidup. Saya juga banyak mendengar pengalaman orang – orang sukses itu berawal dari doa sang ibu,” ungkapnya.
(syafli)












