Selain ikut bergerak dalam persoalan penanggulangan inflasi, Dinas Pangan juga turut mengambil andil dalam upaya pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Salah satunya dengan cara mendorong program menanam di perkarangan rumah. Sasarannya setiap rumah tangga yang memiliki lahan di pekarangan rumah mereka.
Derry mengatakan program ini bertujuan bukan untuk industri dan pertanian skala besar namun ditujukan pada rumah tangga dalam bentuk kelompok, demi mengurangi aktivitas biaya konsumsi masyarakat dari luar.
“Tahun sekarang kegiatannya dalam bentuk hibah bibit, setiap kelompok penerima yang dinilai layak sebelum menerima bantuan akan di SK-kan oleh Gubernur dan dibekali ilmu teknis penanaman. Tentunya kegiatan tersebut berlansung dibawah pengawasan dan sesuai dengan ketentuan,”ungkapnya.
Selain itu, Dinas Pangan juga memiliki program untuk menekan konsumsi beras melalui optimalisasi pengolahan bahan pangan non beras dalam bentuk bantuan peralatan dan edukasi terhadap kaum perempuan para ibu rumah tangga. Pelaksanaan program ini dikerjasamakan dengan organisasi TP-PKK.
“Kita memberikan bantuan kepada kelompok pengolahan pangan lokal berupa uang untuk membeli peralatan. Selain itu, kita juga melakukan sosialisasi dan edukasi kepada penerima bantuan agar mereka mampu mengkreasikan produk pangan lokal,” tuturnya.
Selain memperhatikan ketersediaan dan harga, pihaknya juga memiliki focus untuk memastikan keamanan pangan melalui pengawasan, baik untuk bahan pangan yang telah beredar maupun yang belum beredar. Khusus untuk yang belum beredar dilakukan melalui pengawasan Post market dan Pre market dengan skema sertifikasi, sedangkan untuk yang belum beredar dilakukan dengan uji laboratorium.
Raih Penghargaan dan Reward
Dari berbagai upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah Provinsi Sumbar di bawah komando Gubernur Mahyeldi Ansharullah dan Wakil Gubernur, Audy Joinaldy melalui Dinas Pangan terkait persoalan ketahanan pangan mendapat pengakuan dari Pemerintah Pusat melalui Raihan berbagai penghargaan.
Diantaranya, pada akhir Juli (28/7) lalu Provinsi Sumbar mendapat penghargaan Bapanas Award 2024 dari Kepala Badan Pangan Nasional atas keberhasilannya dalam menstabilkan harga dan meningkatkan aksebilitas pangan masyarakat, atas keberhasilan itu Pemprov Sumbar menerima hadiah mobil Satabilisasi Pasokan dan harga Pangan (SPHP) dari Badan Pangan Nasional (Bapanas).
Selain itu pada acara puncak World Food Safety Day Otoritas Kompeten Keamanan Pangan Daerah (OKKPD) Provinsi Sumbar masuk kedalam 5 OKKPD terbaik di Indonesia, atas keberhasilan itu Pemprov Sumbar dihadiahi 1 unit mobil laboratorium keamanan pangan. Kemudian Pemprov Sumbar juga memperoleh penghargaan Kategori A di bidang Sistem Managemen Pengawasan Keamanan Pangan Segar dan Fasilitas Distribusi Pangan dengan predikat sebagai provinsi terbaik 1.
Selanjutnya yang terbaru, pada pertengahan September (19/9) lalu, Provinsi Sumbar sukses meraih penghargaan Merdeka Award 2024 untuk kategori daerah yang berhasil menciptakan kemandirian pangan secara nasional dari salah satu grup media ternama di Indonesia.
(adpsb)












