Menghadang Stigma Dinasti Politik
Setelah membuktikan bahwa kodrat sebagai perempuan bukan halangan, Bundo Emiko kembali membuktikan bahwa dirinya tampil bersama Irwan Afriadi di Pilkada Kabupaten Solok 2024, bukan hanya karena statusnya sebagai istri Bupati Solok Epyardi Asda, sekaligus mematahkan pandangan negatif (stigma) untuk membangun dinasti politik di Kabupaten Solok.
Pasangan “Bersemi” ini menjadi Paslon yang paling sering turun ke masyarakat. Hal ini terbukti dengan jumlah Surat Tanda Terima Pemberitahuan (STTP) Kampanye Paslon “Bersemi” yang sudah mencapai lebih dari 180 buah, dengan masa kampanye Pilkada sudah berlangsung selama 30 hari. Artinya, paling tidak, Hj. Emiko dan Irwan Afriadi sudah turun di 5 titik setiap hari. Hal ini menjadikan Emiko-Irwan sebagai Paslon yang paling “berkeinginan menang” di Pilkada Kabupaten Solok 2024.
Di sisi lain, turun di minimal 5 titik lokasi kampanye setiap hari, membalikkan prediksi bahwa sosok Emiko dalam kodratnya sebagai perempuan dan statusnya sebagai istri, bakal sulit bersaing dengan kandidat lain.
Justru, Emiko membuktikan bahwa dirinya adalah seorang perempuan tangguh dan terbukti tidak “bergantung” atau akan “mengekor” ke sang suami, Epyardi Asda, yang juga bertarung di eskalasi Pilkada Sumbar 2024. Pada setiap kampanyenya, Emiko tampil selalu “segar” dan “bugar”.
Bahkan, saat berorasi, Emiko selalu tampil dengan naluri keibuan yang penuh kesantunan untuk menyapa masyarakat. Hal ini, seakan menjadi “antitesis” dari Epyardi Asda yang di setiap turun ke masyarakat, senantiasa “berapi-api”. Meski memiliki “frekuensi” dan niat yang sama dalam upaya membangun daerah, Emiko tampil dengan “amplitudo” dan kesan yang berbeda dengan Epyardi Asda.
Naluri keibuan yang penuh kesantunan Emiko, ternyata juga menarik simpati dari berbagai elemen masyarakat dan tokoh politik Kabupaten Solok untuk bergabung dengan Paslon “Bersemi”.
Lalu, apa yang membuat Emiko dan Irwan Afriadi menjadi sosok yang paling kuat di Pilkada Kabupaten Solok 2024? Setidaknya, ada 7 faktor yang membuat Paslon “Bersemi” bakal memenangkan Pilkada Kabupaten Solok 27 November 2024. Yakni, dukungan 4 Parpol pengusung, Program Athari Gauthi Ardi, dukungan ASN dan Walinagari, dukungan finansial, dukungan tokoh masyarakat, kapasitas Emiko dan kapasitas Irwan Afriadi.
Sekilas Hj. Emiko, SP dan Irwan Afriadi
Mengusung tagline “Bersemi” atau Bersama Emiko Irwan, Paslon nomor urut 2 ini menggebrak secara superior di kontestasi Pilkada Kabupaten Solok 2024. Paslon “Bersemi” diusung kekuatan besar di jagat politik Kabupaten Solok. Koalisi raksasa tersebut berisikan Partai Amanat Nasional (PAN) yang merupakan Ketua DPRD Kabupaten Solok 2024-2029 dengan 6 kursi. Kemudian, Partai Nasional Demokrat (NasDem) yang merupakan Wakil Ketua I DPRD Kabupaten Solok dengan 5 kursi. Lalu Partai Golongan Karya (Golkar) yang merupakan Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Solok dengan 5 kursi. Ditambah Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) dengan 2 kursi. Sehingga, Paslon “Bersemi” didukung oleh 18 kursi dari 35 kursi DPRD Kabupaten Solok 2024-2029.
Selain dukungan 18 kursi di DPRD Kabupaten Solok 2024-2029, Paslon “Bersemi” juga didukung kekuatan politik di tingkat pusat, provinsi, hingga daerah. Yakni sebanyak 4 Anggota DPR RI, yakni Athari Gauthi Ardi (PAN), Lisda Rawdha Hendrajoni dan Shadiq Pasadigoe (NasDem) dan Zigo Rolanda (Golkar). Kemudian, 3 Anggota DPRD Sumbar, yakni Lastuti Darni (PAN), Abdul Rahman (NasDem) dan Yogi Pratama (Golkar). Sehingga, kekuatan ini bakal mampu membawa sinergitas dan harmonisasi di Kabupaten Solok ke depan. Yakni hubungan harmonis dan sinergis antara eksekutif dengan legislatif dan kerja sama kuat antara pemerintahan pusat, pemerintahan provinsi dan Kabupaten Solok.
Selain itu, Emiko-Irwan juga didukung penuh oleh sejumlah tokoh masyarakat, elemen masyarakat di tingkat akar rumput, hingga sejumlah organisasi lain yang telah merasakan efek dari pembangunan yang dilakukan Bupati Epyardi Asda bersama DPRD Kabupaten Solok 2019-2024, serta kiprah Anggota DPR RI Athari Gauthi Ardi di Kabupaten Solok yang membawa sekira Rp500 miliar APBN ke Kabupaten Solok.












