BeritaLimapuluh Kota

Polemik Pemasangan Portal di Jalan Menuju Pesantren di Sariak Laweh, Ini Kata Pengurus KAN

1116
×

Polemik Pemasangan Portal di Jalan Menuju Pesantren di Sariak Laweh, Ini Kata Pengurus KAN

Sebarkan artikel ini
Warga Koto baru memasang portal di Jalan menuju Pesantren Uzma di Nagari Sariak Laweh
Warga Koto baru memasang portal di Jalan menuju Pesantren Uzma di Nagari Sariak Laweh. (f/ist)

Tapi yang didapat oleh Adinar justru sebuah umpatan yang terlontar dari mulut Zainudin, hanya sedikit yang tersenggol dan pecah serta tidak parah banyak pula lagunya.

“Zainudin sampai mengeluarkan kata-kata berlagu kalian, ini jalan negara dan malah mengancam akan digugat melalui kuasa hukumnya,” kata Adinar.

ADVERTISEMENT

Walau loneng itu juga diperbaiki keesokan harinya dengan mendapat umpatan mentah dari Zainudin tersebut, Adinar merasa tersinggung dan kesal, sehingga meletakkan loneng yang pecah tersebut di badan jalan, yang mengakibatkan kendaraan terganggu untuk keluar masuk melalui jalan itu.

Sementara itu, Wali Jorong Koto Baru, Yoki Fathul Rahman langsung melaporkan perihal kejadian tersebut kepada Wali Nagari Sariek Laweh, Alex Achmadi. Supaya kejadian ini tidak berlarut-larut, Wali Nagari Sariek Laweh bersama Bhabinkamtibmas langsung bergerak cepat dan memanggil saudara Adinar ke kantor kepala jorong untuk memediasi penyelesaian permasalahan tersebut.

“Tidak lama setelah itu wali nagari dan Bhabinkamtibmas mendapat telepon dari pihak polres bahwa mereka akan turun ke TKP sehubungan dengan adanya laporan dari kuasa hukum pihak pondok pesantren,” ujar Yoki Fathul.

Dikatakan Yoki Fathul, tidak lama berselang personel Polres Kota Payakumbuh lebih kurang 10 orang didampingi kuasa hukum tersebut sampai di lokasi, di saat itu pihak keluarga Adinar bermohon agar permasalahan ini bisa diselesaikan dulu secara berjenjang.

“Selanjutnya Wali Nagari Sariak Laweh, mengundang pihak pengelola Pesantren pada Rabu malam 12 Februari ke Masjid Jorong Koto Baru untuk memediasi dan mempertemukan dengan masyarakat Jorong Koto Baru, guna mencari penyelesaian,” sebut kepala Jorong Koto Baru itu.

Namun pada kesempatan itu pihak pengelola Pesantren tidak menghadiri undangan dari Wali nagari tersebut. Merasa undangan Wali Nagari Sariek Laweh tidak digubris oleh pihak pengelola pesantren, masyarakat Jorong Koto Baru merasa tidak dihargai, ditambah lagi yang mengundang adalah kepala Pemerintahan Nagari Sariek Laweh.

Wali Jorong Koto Baru itu juga menambahkan, amarah masyarakat Jorong Koto Baru sedikit memuncak diakibatkan adanya salah satu portal media online, dengan judul “Tindakan Premanisme menutup jalan ke Pondok Pesantren”, di mana di dalam berita tersebut ada pernyataan dari narasumber Media tersebut yang sangat menyinggung perasaan seluruh masyarakat Nagari Sariek Laweh yang bahasanya kurang pas dengan tulisan di dalam berita tersebut menyebutkan, “Mengecam tindakan Premanisme tersebut”, dan dilanjutkan dengan kalimat, “Masih ada zaman sekarang memakai sifat-sifat PKI”.

“Kata-kata dan kalimat yang kurang berkenan ini sudah menjadi pembicaraan serius dalam masyarakat terkhusus Nagari Sariek Laweh,” tukasnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT