Wali Jorong Koto Baru, Yoki Fathul Rahman juga menjelaskan, kita sebagai kaki tangan pemerintah yang paling banyak sudah sering mengajak pihak pengelola Pesantren untuk arif dan bijak terhadap masyarakat di sekitar Pesantren, saling menghormati dan saling menghargai.
“Apalagi Keberadaan Pesantren di dalam perkampungan perumahan penduduk, seharusnya sebagai lembaga pendidikan yang bernuansa agama seharusnya kenyamanan akan tercipta. Akan tetapi malah sebaliknya yang terjadi dan selaku kepala Jorong tentu akan selalu memantau setiap apa yang terjadi dalam jorong ini, yang salah satunya adalah kondisi Pesantren itu,” tutupnya.
Hal yang sama juga diutarakan Wali Nagari Sariek Laweh, Alex Achmadi, yang berharap agar persoalan ini dapat dituntaskan secepatnya.
“Kita minta masyarakat untuk dapat menahan diri dalam menyikapi persoalan ini. Saya meminta kepada pengelola Pesantren untuk lebih kooperatif menyikapi persoalan yang ada, dan mari kita duduk bersama dalam mencari solusi yang terbaik bagi kita semua,” harapnya.
(Yud)












