Dalam paparannya, ia menjelaskan potensi dan kondisi geografis Kota Payakumbuh, termasuk posisi strategis, kepadatan penduduk, dan proyeksi jumlah penduduk ke depan. Ia juga menyoroti perkembangan ekonomi daerah, seperti turunnya tingkat pengangguran pasca pandemi, peningkatan kontribusi sektor ekspor, serta tantangan di sektor pertanian dan ketenagakerjaan perempuan.
Elzadaswarman menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur menjadi kunci dalam menarik investasi. “Kota Payakumbuh siap menjadi pusat pertumbuhan ekonomi di kawasan Luak Limopuluah melalui penguatan sektor UMKM, industri, dan perdagangan,” tuturnya.
Ia juga mendorong terciptanya ekosistem ekonomi yang sehat dengan pembangunan pasar representatif, kemudahan produksi, dan akses pemasaran yang luas.
Mengakhiri pertemuan, Elzadaswarman mengajak seluruh pihak untuk terus membangun komunikasi yang aktif dan saling percaya demi mewujudkan kerja sama yang berkelanjutan.
(*/yud)












