Hasanah (41), salah seorang pengungsi dari Kampung Sukamulya, menyampaikan rasa syukurnya atas evakuasi dan fasilitas yang layak di posko pengungsian.
“Alhamdulillah, tenang sekarang di sini. Air dan permakaman lancar. Terima kasih atas kunjungan dan bantuannya, mudah-mudahan cepat direlokasi, pindah ke tempat yang layak,” ujarnya.
Bencana tanah longsor pertama kali terjadi pada Minggu, 20 April 2025, disusul pergerakan tanah tambahan, dan terakhir pada 13 Juni pukul 08:00 WIB.
Faktor pemicu antara lain curah hujan tinggi, lereng curam tanpa vegetasi memadai, serta sistem drainase yang tidak optimal. Lokasi terdampak meliputi Kampung Cigintung dan Kampung Sukamulya, Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, yang berada dalam zona kerentanan gerakan tanah kategori menengah.
(*/eki)












