Sementara Reni (24), pedagang pakaian muslimah, mengaku tidak terganggu dengan adanya CFD. Namun menurutnya dampaknya terhadap keramaian pasar sangat kecil.
“Buat kami di dalam pasar, tidak terlalu terasa efeknya. Yang ramai hanya di sekitar jalan dan yang jualan makanan,” ucapnya.
Hal sama juga disampaikan Bunga (17), pemilik kedai makan dan minum di bawah jenjang Pasar Pusat. Ia menyebutkan, antusiasme masyarakat hanya terlihat di awal-awal.
“Awal ramai, tapi minggu berikutnya biasa saja. Malah cenderung sepi. Orang tidak lagi belanja seperti yang diharapkan,” tuturnya.
Iqbal (35), salah seorang warga, juga menilai manfaat CFD di kawasan pasar tidak begitu signifikan.
“Paling yang diuntungkan pedagang makanan pagi. Itu pun hanya sebagian kecil. Selebihnya, warga tetap lebih nyaman olahraga di Lapangan Bancalaweh,” ujarnya.
(arb)












