Mjnews.id – Pagi masih lembab di Kabupaten Dharmasraya, embun belum benar-benar hilang dari daun pisang di tepi jalan. Seorang bocah lelaki berusia sekitar delapan tahun tampak berjongkok, tangannya cekatan memungut plastik bekas minuman yang terselip di rerumputan.
Di sampingnya, sang ayah membawa karung besar yang sudah setengah penuh dengan sampah.
“Masukkan sini, Nak. Besok jalan ini harus bersih,” ucap sang ayah dengan senyum kecil.
Adegan sederhana itu akan menjadi gambaran Dharmasraya pada Sabtu, 20 September 2025. Ribuan warga dari berbagai latar belakang ASN, mahasiswa, pelajar, pedagang pasar, hingga jemaah masjid akan turun serentak dalam kerja bakti massal memperingati World Cleanup Day 2025.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Dharmasraya, Budi Waluyo, menyebut World Cleanup Day (Hari Kebersihan Dunia) sebagai momentum penting.
“Ini kesempatan emas untuk mewujudkan Dharmasraya bersih merata, di tengah masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam mengelola sampah,” ujarnya.
Budi menegaskan, kebersihan lingkungan adalah pangkal kesehatan.
“Tidak ada kesehatan yang baik kalau warga masih terbiasa membuang sampah sembarangan, di selokan, di TPS liar, bahkan di sekitar rumahnya,” tambahnya.
Target kerja bakti kali ini tidak main-main 125 ton sampah diharapkan terkumpul dari TPS liar, kawasan pasar, rumah ibadah, sekolah, hingga perkantoran. Sampah akan dipilah, organik dibenamkan ke tanah, sementara anorganik dan residu diangkut ke TPA Sitiung V Rabusa.
Di Pasar Pulau Punjung, para pedagang sudah bersiap menunda rutinitas jual beli. Murni (45), pedagang sayur, mengaku rela membuka lapaknya lebih siang demi ikut bergotong royong.
“Kalau pasar bersih, dagang juga lebih nyaman. Pelanggan senang belanja di tempat yang tidak bau sampah,” katanya.
Baginya, kerja bakti bukan hanya demi kebersihan, tetapi juga demi kelancaran rezeki.






