BeritaPadang Panjang

Wako Padang Panjang Tinjau Gerakan Pangan Murah di Dinas Pangan dan Pertanian

262
×

Wako Padang Panjang Tinjau Gerakan Pangan Murah di Dinas Pangan dan Pertanian

Sebarkan artikel ini
Wako Padang Panjang Tinjau Gerakan Pangan Murah di Dinas Pangan dan Pertanian
Wako Padang Panjang, Hendri Arnis tinjau Gerakan Pangan Murah di Dinas Pangan dan Pertanian. (f/pemko)

Mjnews.id – Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis meninjau pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) yang digelar di halaman Dinas Pangan dan Pertanian, Senin (15/9/2025).

Kegiatan yang terlaksana berkat kolaborasi Pemerintah Kota Padang Panjang melalui Dinas Pangan dan Pertanian bersama Bank Indonesia (BI) ini, menyediakan berbagai kebutuhan pokok di bawah harga pasar.

ADVERTISEMENT

Beberapa komoditas yang ditawarkan antara lain cabai merah Rp82.000/kg, bawang merah Rp37.000/kg, buncis Rp20.000/kg, pakcoy Rp5.000/bungkus, bawang daun Rp12.000/kg, timun Rp10.000/bungkus, tomat Rp10.000/bungkus, wortel Rp20.000/bungkus, gula pasir Rp17.500/kg, minyak goreng Rp15.700/liter, beras premium 10 kg Rp165.000, beras premium 5 kg Rp82.500, dan beras SPHP Rp62.500/5 kg.

Wako Hendri menyampaikan apresiasi atas sinergi yang terjalin. Menurutnya, GPM diharapkan dapat menekan gejolak harga sekaligus meringankan beban masyarakat.

“GPM ini kita harapkan mampu membantu warga memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan harga lebih terjangkau. Semoga kegiatan seperti ini bisa rutin digelar,” ucap Hendri.

Ia menegaskan, stabilitas harga pangan merupakan faktor penting dalam menjaga ketahanan ekonomi keluarga. Karena itu, Pemko terus mendorong langkah konkret bersama berbagai pihak untuk memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan.

Sementara itu, Kepala Dinas Pangan dan Pertanian, Ade Nafrita Anas, menyampaikan, GPM tidak hanya menyediakan beras, minyak goreng, gula, cabai, dan sayuran, tetapi juga telur ayam dengan harga terjangkau.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran pemerintah bersama BI untuk masyarakat. Respons warga sangat positif, banyak yang merasa terbantu,” ungkap Ade.

Ia menambahkan, GPM merupakan bagian dari strategi menjaga inflasi daerah. “BI bersama Pemerintah Daerah berupaya menjaga daya beli masyarakat. Kegiatan ini juga sebagai edukasi agar warga lebih bijak dalam berbelanja dan mengelola kebutuhan rumah tangga,” jelasnya.

(ARB)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT