BeritaKabupaten BintanKemensos

Menteri Sosial Ajak Bupati Bintan Dirikan Sekolah Rakyat

687
×

Menteri Sosial Ajak Bupati Bintan Dirikan Sekolah Rakyat

Sebarkan artikel ini
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat menerima audiensi Bupati Bintan Roby Kurniawan bersama jajaran
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) saat menerima audiensi Bupati Bintan Roby Kurniawan bersama jajaran. (f/humas)

Mjnews.idMenteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mendorong Pemerintah Kabupaten Bintan segera selenggarakan Sekolah Rakyat, program pendidikan gratis berasrama gagasan Presiden Prabowo Subianto yang ditujukan khusus bagi keluarga miskin dan miskin ekstrem.

Ajakan tersebut disampaikan Gus Ipul saat menerima audiensi Bupati Bintan Roby Kurniawan bersama jajaran pemerintah daerah di Ruang Rapat Menteri, Gedung Kemensos, Jakarta Pusat, Kamis (16/10/2025).

ADVERTISEMENT

“Ini kesempatan, Presiden luar biasa (programnya). Kalau tidak ikut program ini rugi, karena yang bisa sekolah di sini itu ya mereka-mereka yang ada di kabupaten tersebut dan paling miskin. Sekolah rakyat ini memuliakan orang miskin, menjangkau yang belum terjangkau, dan memungkinkan yang tidak mungkin,” kata Gus Ipul.

Mensos Gus Ipul menegaskan, sasaran utama Sekolah Rakyat adalah keluarga miskin dan miskin ekstrem yang masuk desil 1 dan 2 Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN). “Mereka yang penghasilannya di bawah Rp1 juta, rumahnya tidak layak huni. Kadang pinjam, kadang sewa, maka dibantu rumahnya. (Misal) buruh serabutan, kuli bangunan, buruh tani, nelayan, dan mereka yang memang susah,” jelasnya.

Berbeda dari sekolah reguler, Sekolah Rakyat menjadi bagian implementasi Instruksi Presiden Nomor 8 Tahun 2025 tentang Pengentasan Kemiskinan. Program ini terintegrasi dengan sejumlah program unggulan nasional seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis, Koperasi Desa Merah Putih, hingga Program Tiga Juta Rumah.

“Anaknya sekolah, orang tuanya diberdayakan, rumah tidak layak huninya dibantu. Mereka nanti dapat bansos lengkap, seluruh keluarganya dapat Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Mereka didorong untuk Cek Kesehatan Gratis dan juga dapat dukungan MBG. Jadi ini istimewa,” ujar Gus Ipul.

Selain pendidikan akademik, siswa juga dibekali pendidikan karakter, keterampilan, dan kedisiplinan. Mereka mendapat delapan set seragam, perlengkapan belajar, hingga satu laptop per siswa. Setiap anak juga menjalani tes DNA talent mapping berbasis berbasis akal imitasi (AI) untuk memetakan potensi mereka.

Hasil pemetaan menunjukkan 1.828 siswa (37,4 persen) memiliki bakat di bidang (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) STEM, 1.938 (39,6 persen) di bidang sosial, dan 1.123 siswa (23 persen) di keterampilan bahasa. Berdasarkan itu, mereka diarahkan untuk melanjutkan kuliah atau masuk dunia kerja. Gus Ipul menyebut, Universitas Ary Ginanjar telah menjamin 35 anak mendapatkan beasiswa, tujuh di antaranya diterima bekerja sesuai potensi.

“Nanti kita akan bekerja sama dengan banyak perusahaan, BUMN maupun swasta. Dengan begitu anak-anak lulusan sekolah kita akan dikawal untuk kuliah atau dapat pekerjaan. Memuliakan orang miskin ya seperti ini, sampai tuntas,” tegasnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT