BeritaKesehatanKota Padang

Cerita Pilu Wartawan Indra Sakti Nauli: Bobroknya Pelayanan Kesehatan, Nyawa Tak Tertolong Karena Birokrasi, Petugas Tanpa Empati

713
×

Cerita Pilu Wartawan Indra Sakti Nauli: Bobroknya Pelayanan Kesehatan, Nyawa Tak Tertolong Karena Birokrasi, Petugas Tanpa Empati

Sebarkan artikel ini
Wartawan senior Indra Sakti Naul bersama istri
Wartawan senior Indra Sakti Naul bersama istri. (f/ist)

Kisah itu mengguncang publik. Seorang wartawan senior, yang sepanjang hidupnya menulis tentang nasib rakyat kecil, justru berpulang setelah dipermainkan oleh sistem kesehatan yang seharusnya melindungi rakyat.

Apakah memang sebegitu bobroknya pelayanan rumah sakit kita? Apakah nyawa harus menunggu tanda tangan, antrean, dan surat rujukan sebelum diselamatkan?

ADVERTISEMENT

Pertanyaan itu menggema di hati banyak orang. Bukan hanya istri yang kehilangan, tapi juga masyarakat yang membaca kisah ini dengan dada sesak. Karena siapa pun bisa berada di posisi itu — di antara hidup dan mati, di hadapan meja pendaftaran yang dingin dan tanpa empati. Sejatinya, pelayanan kesehatan diadakan untuk menolong manusia, bukan malah sebaliknya, fokus terhadap urusan administrasi.

Ikhwal tolak-tolakan pelayanan IGD Rumah Sakit di Padang ini terungkap dari curhatan sang istri Helma Tuti di Facebooknya. Curhatan istri almarhum ini diangkat oleh komentator WAG kritis dari Padang Ade Edward di sejumlah WAG terkemuka di Padang dan Jakarta, Selasa (21/10/2025).

Kematian Indra Sakti Nauli bukan sekadar kehilangan seorang wartawan senior. Ia menjadi cermin kelam bagaimana sistem kesehatan sering kali tersesat dalam tumpukan prosedur dan ketidakpekaan.

Kita berutang perubahan pada setiap pasien yang pernah ditolak di depan ruang IGD, pada setiap keluarga yang kehilangan karena terlambat ditangani, dan pada setiap nyawa yang berpulang di antara aturan yang kaku.

Semoga dari kisah pilu ini, lahir kesadaran, bahwa nyawa manusia tidak boleh lagi tertahan oleh administrasi. Karena dalam ruang tunggu rumah sakit, waktu tak menunggu belas kasihan—dan tidak semua orang sekuat istri Indra Sakti Nauli yang setia mendampingi suaminya hingga napas terakhir.

(*/eds)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT