Mjnews.id – Program Unggulan (Progul) Wali Kota Padang yakni pendidikan dasar dan menengah di tahun 2026, berfokus pada peningkatan akses dan kualitas melalui revitalisasi satuan pendidikan.
Inisiasi Sekolah Rakyat untuk anak dari keluarga kurang mampu, serta program “Kartu Padang Juara” (gratis seragam dan buku), menyasar penurunan angka putus sekolah dan peningkatan mutu pendidikan.
Kartu Padang juara diluncurkan untuk tahun 2025/2026 bagi siswa kelas I Sekolah Dasar (SD) dan kelas VII Sekolah Menengah Pertama (SMP), dari keluarga kurang mampu, memberikan “sehelai baju” seragam pakaian sekolah dan LKS gratis sebagai langkah pertama di tahun ini.
Sekolah Rakyat, program inklusif dan gratis bagi keluarga rentan sebagai bagian dari prioritas program nasional untuk meningkatkan akses.
Revitalisasi satuan pendidikan, pemerintah merevitalisasi satuan untuk memperkuat layanan.
Peningkatan mutu dan akses, fokus pada pemerataan layanan pendidikan dasar dan menengah, termasuk optimalisasi dana Biaya Operasional Sekolah (BOS) dan perbaikan Ruang Kelas Baru (RKB).
“Program-program ini dirancang untuk meningkatkan mutu pendidikan berkualitas yang merata bagi anak di seluruh Kota Padang, terutama dari kalangan ekonomi lemah,” ujar Kepala Dinas Pendidikan Kota Padang, H. Yovi Krislova, MM saat dikonfirmasi pada Rabu 4 Februari 2026.
Menurutnya, program tersebut telah tertuang di dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah/Panjang (RPJM-P), angka anak putus sekolah kita tekan, sekarang dalam proses penyusunan program.
3 Ribu Anak Putus Sekolah di Kota Padang
Sekitar 3 ribu anak putus sekolah dari 150 ribu peserta pendidikan dasar dan menengah pertama, atau mendekati 1 persen se-usia anak jenjang pendidikan dasar dan menengah mengalami putus sekolah di Kota Padang.
“Persentase anak putus sekolah memang sedikit bila dibandingkan dengan yang beruntung sedang memperoleh pendidikan dengan seusianya, tetapi bagi Pemerintah Kota Padang perihal inilah yang menjadi krusial sekarang ini,” ungkap Yovi.












