BeritaKabupaten DharmasrayaKriminalitas

Menjelang Ramadan, Dharmasraya Bercermin: Apa yang Terungkap dari Operasi Pekat Polres?

95
×

Menjelang Ramadan, Dharmasraya Bercermin: Apa yang Terungkap dari Operasi Pekat Polres?

Sebarkan artikel ini
Hasil Operasi Pekat yang digelar Polres Dharmasraya sejak 12 hingga 28 Februari 2026
Hasil Operasi Pekat yang digelar Polres Dharmasraya sejak 12 hingga 28 Februari 2026. (f/sutan sari alam)

Mjnews.id – Ketika bulan suci Ramadan semakin dekat, Kabupaten Dharmasraya seperti diajak bercermin. Apa yang selama ini tersembunyi di sudut-sudut malam, perlahan dibuka ke ruang publik.

Di Markas Polres Dharmasraya, Senin (2/3/2026), Kapolres AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro memaparkan hasil Operasi Pekat (Penyakit Masyarakat) yang digelar sejak 12 hingga 28 Februari. Bukan sekadar angka dan barang bukti, operasi ini seakan menyuguhkan potret realitas sosial yang hidup di balik gemerlap dan sunyi malam daerah ini.

ADVERTISEMENT

Operasi yang digelar serentak mulai dari Mabes Polri hingga tingkat Polres ini melibatkan 138 personel gabungan. Unsur Polri, TNI, Satpol PP, Dishub, Kesbangpol hingga organisasi kemasyarakatan turun bersama.

Targetnya jelas, penyakit masyarakat yang dinilai berpotensi mengganggu kekhusyukan Ramadan.

Namun hasilnya berbicara lebih dalam dari sekadar target operasi.

Puluhan knalpot tidak standar terjaring dalam Operasi Pekat Polres Dharmasraya
Puluhan knalpot tidak standar terjaring dalam Operasi Pekat Polres Dharmasraya. (f/sutan sari alam)

Ratusan botol minuman keras, ratusan liter tuak, puluhan knalpot tidak standar yang memekakkan malam, kendaraan hasil curanmor, hingga belasan gram narkotika jenis sabu dan ganja diamankan. Ada pula praktik perjudian, prostitusi, dan pelanggaran asusila yang terungkap.

Angka-angka itu bukan hanya statistik. Ia adalah alarm sosial.

Sebelum penindakan dilakukan, aparat mengedepankan pendekatan persuasif, sosialisasi jam operasional usaha dan imbauan penutupan tempat hiburan selama Ramadan. Patroli gabungan menyisir warung remang-remang, hotel, hingga lokasi permainan yang dicurigai menjadi ruang tumbuhnya praktik ilegal.

Sementara itu, Bupati Dharmasraya, Annisa Suci Ramadhani yang turut hadir saat jumpa pers menyampaikan apresiasi atas pelaksanaan Operasi Pekat Singgalang 2026 dan menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus berkoordinasi dengan unsur Forkopimda, termasuk Polri, sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing.

Namun di luar itu semua, masyarakat tentu bertanya, mengapa praktik-praktik ini masih bertumbuh? Apakah penindakan cukup, atau perlu solusi sosial yang lebih menyentuh akar persoalan?

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT