“Ditegaskannya, dengan koperasi, ekonomi bisa meningkat menjadi 9 hingga 10 persen. Ini caranya, institusi pemerintah sektor pertanian, peternakan dan perikanan, perdagangan dan jasa serta koperasi dan UMKM bisa menjadi sinergi dalam menggerakkan usaha produktif ekonomi masyarakat”, rincinya.
Dari bidang masing-masing ini, semua sektor berkombinasi sinergi menjadi usaha ekonomi produktif.
Sektor pertanian tanaman pangan dan hortikultura, terdapat banyak bidang usaha hasil produksi pertanian, begitu juga segala jenis usaha peternakan hewan dan unggas.
Termasuk sektor perikanan dan kelautan serta jasa dan perdagangan yang berbau pasar lokal dan regional.
“Koperasi dan usaha mikro kecil menengah, maka kolaborasi dan sinergitas dari usaha produktif dapat menjadi usaha ekonomi kreatif yang lebih bernilai produktif lagi dari semua sinergi instansi pemerintah, dapat menjadi usaha produktif Koperasi Desa Merah Putih”, imbuhnya.
Kiat ekonomi bisa meningkat menjadi 9 hingga 10 persen, dari orang yang memiliki penghasilan yang biasanya sebanyak Rp 5 juta per bulan. Tetapi dengan koperasi desa merah putih, mereka bisa menembus penghasilan Rp 5, 5 juta per bulan. Artinya, dari contoh demikian, ekonomi telah meningkat menjadi 10 persen, bahkan lebih.
“Perihal ini untuk peningkatan ekonomi tersebut sangat perlu koordinasi aktif antar daerah dan provinsi serta elemen masyarakat desa dan kelurahan, sehingga menjadi kolaborasi aktif, bukan pasif”, pungkasnya.
(Obral)












