Kemensos

Penyandang Disabilitas Polio Ini Pantang Menyerah, Erni Sukses Buka Usaha Jahit

155
×

Penyandang Disabilitas Polio Ini Pantang Menyerah, Erni Sukses Buka Usaha Jahit

Sebarkan artikel ini
Erni Ika Sari Sukses Buka Usaha Jahit
Erni Ika Sari sukses buka usaha jahit. (f/humas kemensos)

Mjnews.id – Erni Ika Sari, seorang wanita penyandang disabilitas polio berusia 35 tahun, menjadi inspirasi bagi banyak orang dengan kisah perjuangannya. Meskipun menghadapi ketidaksempurnaan fisik, Erni tidak membiarkan hal tersebut menjadi hambatan untuk meraih kesuksesan. Ia ingin membuktikan bahwa penyandang disabilitas juga dapat mencapai prestasi seperti orang lain.

Erni lahir di Kecamatan Cipicung, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat, dan tumbuh sebagai anak yang lucu dan bersemangat. Namun, pada usia 4 tahun, Erni terserang demam tinggi dan didiagnosis menderita polio. Meskipun mengalami keterbatasan fisik, Erni tidak menyerah. Orang tua Erni berusaha menyembuhkannya dengan obat-obatan tradisional dan terapi berjalan.

Banner Pemkab Muba Idul Fitri 1445 H

“Alhamdulillah saya bisa berjalan lagi, meskipun tidak sempurna,” kata Erni, mengenang masa kecilnya, Rabu (24/01/2024).

Meskipun tinggal di daerah dengan fasilitas terbatas di Kabupaten Kuningan, Erni memiliki semangat tinggi untuk belajar dan mencapai kesuksesan.

Erni mengikuti berbagai pelatihan bagi penyandang disabilitas di berbagai tempat, termasuk Cimahi dan Solo. Ia juga aktif membantu usaha ibunya berjualan makanan ringan di berbagai tempat.

Selama mengikuti pelatihan, Erni mendengar tentang berbagai peluang dari Dinas Sosial Kabupaten Kuningan dan memutuskan untuk mengikuti seleksi di Sentra Terpadu Inten Suweno (STIS), Cibinong, Bogor pada tahun 2022.

Erni berhasil lolos seleksi dan mengikuti pelatihan keterampilan menjahit di STIS selama dua bulan. Selama pelatihan, ia memperoleh pengetahuan dan keterampilan menjahit, termasuk penggunaan dan perawatan mesin jahit, pengukuran tubuh, pembuatan pola, dan teknik-teknik menjahit.

Erni merasa senang karena mendapatkan bantuan dari Kementerian Sosial berupa mesin jahit, mesin obras, dan tempat usaha di dalam SKA Inten Soeweno yang dinamakan ATENSI Tailor.

Saat ini, Erni telah menjadi seorang penjahit yang terampil. Ia menerima berbagai pesanan, seperti menjahit celana, kemeja, dan bahkan kebaya. Dengan tarif yang wajar, penghasilannya meningkat dari sekitar Rp 300.000 per bulan menjadi Rp 800.000 – Rp 1 juta per bulan.

Erni merasa bersyukur atas bantuan yang diberikan oleh Kementerian Sosial dan berharap bahwa langkahnya dapat menjadi inspirasi bagi penyandang disabilitas lainnya. Ia juga mengingat pesan ibunya untuk tidak mematok harga terlalu tinggi agar bisa melayani lebih banyak orang.

Erni yakin bahwa dengan semangatnya, keahliannya akan terus meningkat dan pelanggan akan semakin banyak.

Kami Hadir di Google News