pemkab muba
Opini

Tips Menghilangkan Rasa Canggung Saat Berinteraksi dengan Uncertainty Reduction Theory

52
×

Tips Menghilangkan Rasa Canggung Saat Berinteraksi dengan Uncertainty Reduction Theory

Sebarkan artikel ini
Ilustrasi Uncertainty Reduction Theory
Ilustrasi.

Merujuk kepada penjelasan Berger, ada tiga cara yang bisa dilakukan untuk mengurangi ketidakpastian kita terhadap orang lain:

1. Strategi Pasif (reactivity searching)

ADVERTISEMENT

Strategi ini disusun dengan cara mengamati. Di sini, individu benar-benar mengamati orang yang membuat dirinya merasa tidak pasti. Misalnya ketika kita tertarik untuk berkencan dengan seseorang, kita pasti diam-diam memperhatikan bagaimana dia belajar, bertanya kepada dosen, apa makanan kesukaannya, bagaimana dia tertawa, dan lain sebagainya.

2. Strategi Aktif (activity searching)

Strategi ini dilakukan dengan cara menanyakan kepada orang lain terhadap seseorang yang membuat kita merasakan ketidakpastian. Caranya bisa dengan memanipulasi lingkungan supaya kita bisa mengamatinya atau masuk ke dalam kelompok sosial dia supaya bisa lebih mengenalnya. Men-stalking seseorang lewat dunia maya juga termasuk dalam strategi aktif.

3. Strategi Interaktif

Strategi ini mencakup interogasi dan pengungkapan diri. Strategi pengungkapan diri dinilai signifikan atau ampuh untuk mengumpulkan informasi. Contoh sederhananya adalah ketika kita bercerita tentang musik kesukaan kita, maka secara tidak langsung orang lain juga akan menceritakan musik kesukaan dia.

Apabila kita ingin menghilangkan rasa canggung ketika bertemu orang baru, maka sangat disarankan menggunakan strategi interaktif.

Jadi itulah tiga strategi dari Teori Pengurangan Ketidakpastian dari Charles Berger yang bisa kamu pakai untuk memulai obrolan dan perkenalan. Ketiga strategi di atas bukan hanya omong-omong saja.

Charles Berger bersama Katherine Kellermann pernah melakukan eskperimen untuk membuktikan teori ini. Mereka membagi pasangan menjadi 3 kelompok. Pasangan kelompok 1 diminta untuk mendapatkan sedikit informasi, pasangan kelompok 2 diminta untuk mendapatkan sedikit informasi, sedangkan pasangan kelompok 3 tidak diberikan instruksi apapun.

Hasilnya, mereka mendapatkan fakta bahwa strategi yang ampuh untuk menggali informasi tentang orang lain adalah bertanya sambil mengungkapkan diri. Kemudian kelompok yang diinstruksikan untuk menggali informasi lebih banyak cenderung bertanya banyak hal daripada kelompok yang diminta untuk mendapatkan sedikit informasi.

Terakhir, kelompok yang tidak diberikan instruksi apapun bertanya dengan jumlah pertanyaan yang sama dengan kelompok 1. Hal ini membuktikan hipotesis bahwa manusia cenderung banyak bertanya kepada orang baru.

Semoga strategi dari teori di atas bisa membantu pembaca untuk memulai obrolan dengan orang baru di lingkungan yang asing.

Penulis, Mahasiswa Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Andalas

(*)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT