Tidak Semua Setuju: Penolakan dan Negosiasi Terhadap Maskulinitas Ideal Baru
Namun, teori resepsi Hall menegaskan bahwa audiens tidak selalu membaca pesan media secara sama. Di antara banyak komentar positif, muncul pula pandangan kritis yang menolak atau menegosiasikan representasi ini.
Akun @acccioos menulis, “Tetep usahain mau cari suami yang berkecukupan biar anakku nanti ga hidup susah kayak aku.”
Ada juga skeptisisme dari @vemosnemos: “Lelaki seperti ini tidak ada di dunia nyata.”
Sementara akun @story.boy11 membawa realisme ekonomi: “Segala sesuatu butuh uang. Kalo ga punya ya sama aja. Realistis aja.”
Pandangan lain bahkan tetap berpijak pada maskulinitas tradisional, seperti komentar @rinaa5781: “Ekonomi itu nomor 1. Gw gamasalah laki gw patriarki asal kebutuhan tercukupi.”
Dan komentar paling sinis datang dari @cemalcemil: “Wkwk di dunia nyata udah ditendang cuy.”
Keragaman reaksi ini menunjukkan adanya pergeseran makna maskulinitas, namun tidak sepenuhnya diterima oleh audiens.
Kontras dengan Maskulinitas Tradisional Indonesia
Dalam budaya Indonesia, maskulinitas telah lama dikaitkan dengan dominasi, ketegasan, kontrol terhadap perempuan, dan kewajiban sebagai pencari nafkah utama.
Laporan Equimundo (2025) menegaskan hal ini:
- 93% laki-laki percaya tanggung jawab ekonomi keluarga adalah milik mereka.
- 89% merasa berhak mengetahui keberadaan pasangan setiap saat.
- 97% mengaitkan kehormatan keluarga dengan kesopanan perempuan.
- Kerentanan emosional dianggap tidak pantas bagi laki-laki.
Di tengah kultur patriarki tersebut, Gwan Shik hadir sebagai antitesis. Ia gentle tanpa rapuh, bertanggung jawab tanpa arogan, dan dewasa secara emosional tanpa kehilangan peran sebagai pasangan dan ayah.
Mengapa Karakter Gwan Shik Terasa Berbeda?
Dalam kerangka sosial tersebut, representasi Gwan Shik tampak sangat kontras. Karakter ini digambarkan sebagai:
• Gentle dan penuh empati,
• Protektif tanpa mengontrol,
• Memiliki ketulusan emotional,
• Pekerja keras dan bertanggung jawab,
• Menghargai pasangan dalam hubungan yang setara,
• Serta menjadi figur suami dan ayah yang hangat.












