Mjnews.id – Anggota DPRD Limapuluh Kota dari Fraksi PKS (Partai Keadilan Sejahtera), Beni Murdani sorot dugaan pungli di gerbang Lembah Harau yang berpotensi menurunkan angka PAD (Pendapatan Asli Daerah) dan kejadian ini sangat merugikan Kabupaten Limapuluh Kota.
Kepada wartawan, politisi PKS tersebut mengatakan, pada 2022 lalu saat berada di Komisi II yang bermitra dengan Disparpora dengan lantang ia mempertanyakan kenapa pendapatan gerbang Lembah Harau selalu dihiasi dengan pungli yang sangat merugikan daerah.
Hal itu Beni tanyakan waktu rapat dengar pendapat dengan Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga.
Saat ini Beni juga mempertanyakan,kenapa di pintu gerbang Harau tak dipasang CCTV.
“Apa alasannya tiket masuk dijual secara manual,” ujarnya melalui pesan singkat Whatsappnya, Kamis 10 April 2025 siang.
Menurut Beni Murdani, pendapatan Objek Wisata Lembah Harau semestinya harus bisa menyamai dengan Objek Wisata Pagaruyuang Batusangkar yang bisa meraup hasil per tahun dengan nilai Rp 7 miliar.
“Kenapa tidak ada CCTV di lokasi gerbang sehingga menimbulkan kurangnya pengawasan dari OPD terkait, semestinya di gerbang Harau itu harus ada CCTV supaya semua pihak bisa melakukan monitor dan mengawasi para pekerja di gerbang Harau,” ucap Beni.
Disampaikan legislator dapil Harau itu, akibat pungli yang terjadi di gerbang Harau perbuatan tersebut sangat berdampak hingga turunnya PAD masuk ke Limapuluh Kota.
Wajar saja kebocoran PAD gerbang Harau di tahun 2024 lalu tak memenuhi target, karena PAD gerbang Harau itu diduga kuat hanya memperkaya beberapa oknum.












