Purworejo, MJNews.id – Kementerian Pertanian (Kementan) fokus menyiapkan langkah strategis dalam upaya peningkatan ketersediaan pangan di era new normal, guna meningkatkan kapasitas produksi pangan dengan mempercepat musim tanam II, mengembangkan lahan tidur dan upaya lainnya. Hal ini sekaligus mengantisipasi krisis pangan sebagaimana yang diperingatkan Organisasi Pangan dan Pertanian (FAO) akibat dampak dari pandemi covid-19.
Tidak hanya mendukung upaya lumbung pangan Kementan juga mulai menggarap metode pertanian pola integrated farming yang belakangan ini mulai banyak dilirik petani dalam memenuhi kebutuhan pangan secara holistik dalam satu lahan. Pola integrated farming merupakan pengelolaan pertanian terpadu, dimana dalam satu hamparan lahan dibudidayakan beberapa komoditas seperti padi, sayur, ayam, lele, sapi dan komoditas pangan lainnya.
Dalam rangka mewujudkan kemandirian pangan, Kementan bekerjasama dengan Ir Panggah Susanto anggota Komisi IV Fraksi Partai Golkar DPR-RI melakukan Bimtek Ketahanan Pangan melalaui Integrated Farming kepada 60 peserta perwakilan Kelompok Tani yang ada di Purworejo yang dilaksanakan di Hotel Sanjaya inn Purworejo, Jumat 25 Maret 2022.
Hadir dalam acara Bimtek ketahanan pangan Ir Supri Hariyanto (Tenaga ahli Ir Panggah dari Pusat), Ir Amiarsih (Staf Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementerian Pertanian), DR Rajiman SP.MP (Polbantan Yoma), Yogo Trianto (ketua KTNA Purworejo) dan Supriyanto (Ketua kelompok pembibitan Kemiri) dan perwakilan kelompok tani.
Narasumber atau pemateri disampaikan oleh DR Rajiman SP.MP (Polbantan Yoma) yang juga Praktisi Pertanian, mengajak petani untuk bisa melakukan inovasi dalam melakukan olah tanah di tengah pergeseran iklim yang terjadi akhir-akhir ini.sehingga lahan pertanian yang di olah bisa dioptimalkan dengan pola penanaman tunggal, campuran,tl tumpangsari atau beruntun sesuai dengan lokasi lahan yang disesuaikan.
Anggia Hanurita dari Koperasi Pemasaran Karya Putra Bangsa Jateng sebagai pelaku usaha di bidang pertanian yang juga menjadi narasumber, mengajak kepada kadang tani untuk membangun sektor pertanian yang ramah dengan pola kembali ke organik dengan memanfaatkan sisa panen seperti jerami sebagai pupuk alam, sehingga bisa mendapatkan hasil pertanian yang sehat, dan mengembangkan koperasi untuk petani sebagai motor penggerak ekonomi bagi para petani.
Ir Warjito Msi Kepala Balai Besar PPMB TPH Dirjen Tanaman Pangan melalui v com mengajak para petani untuk menerapkan sistem IP 4 dalam budi daya tanaman pangan.
Dalam sambutannya, Ir Panggah Susanto melalui Ir Supri Hariyanto mengatakan dalam rangka ketersediaan konsumsi pangan berkualitas, menambah nilai tambah, pengembangan inovasi dan manajemen, pola integrated farming merupakan salah satu bentuk aksi nyata pengembangan pertanian yang maju, mandiri dan modern sehingga ke depan ketahanan pangan di Purworejo makin kokoh.
“Selain dari kegiatan bimtek, Ir Panggah juga sudah memberikan bantuan aspirasi alat pertanian juga demplot yang jumlahnya mencapai 200 kelompok tani di Purworejo,” jelas Yogo Trianto selaku tenaga ahli Ir Panggah yang juga sebagai ketua KTNA Purworejo.
(Fix)





