![]() |
| Sosialisasi ATS di SDN Gesikan Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. (f/taufik) |
Purworejo, MJNews.id – Sosialisasi Anak Tidak Sekolah (ATS) yang diselenggarakan oleh Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Purworejo pada Rabu (19/10/2022), di Desa Gesikan, Kecamatan Kemiri, bertujuan untuk memberikan pemahaman dan pengetahuan akan pentingnya pendidikan formal atau sekolah bagi anak-anak usia sekolah.
Sosialisasi tersebut berlangsung di ruang kelas SDN Gesikan Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah.
Sosialisasi dilakukan dalam rangka tidak lanjut program regrouping sekolah dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo terhadap SDN Gesikan yang hingga kini masih mendapatkan penolakan dari warga masyarakat Desa Gesikan.
Hadir dalam acara sosialisasi, Sekdin Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Purworejo, Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Purworejo, Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Purworejo, Camat Kemiri, Diskertrans, Dinas Kesehatan, Orang tua murid serta LSM TAMPERAK selaku pendamping masyarakat Desa Gesikan.
Dalam sambutannya, Camat Kemiri Taufik mengajak kepada masyarakat dan orang tua murid untuk segera menyekolahkan anak ke sekolah resmi atau sekolah yang dituju dari regrouping.
Belum usai camat berbicara, sudah mendapat bantahan dari semua warga yang hadir. “Pak Camat kalau tidak tahu jangan ikut campur permasalahan ini,” ungkap salah seorang warga masyarakat. Sontak suasana menjadi memanas.
Seperti diketahui bahwa masyarakat Desa Gesikan selama ini menolak keras program regrouping sekolah yang dilakukan oleh dinas pendidikan kabupaten terhadap SDN Gesikan dan masyarakat berharap SDN Gesikan segera bisa dibuka kembali.
![]() |
| Warga mengikuti sosialisasi ATS di SDN Gesikan Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. (f/taufik) |
ADVERTISEMENT
Acara sosialisasi anak tidak sekolah yang direncanakan menjadi kacau, tidak berjalan sesuai rencana dan berubah menjadi debat seputar regrouping sekolah.
Anggota DPRD Kabupaten Purworejo dari fraksi PKS, Reko dalam sambutannya juga mendapat penolakan warga bahkan Reko sempat menanyakan kepada Ketua LSM TAMPERAK, Sumakmun selaku pendamping dengan pertanyaan, “apakah saudara warga desa Gesikan” juga mendapat jawaban sengit dari warga masyarakat Desa Gesikan.
“Pak Makmun sebagai Kuasa kami Pak,” ujar Bagiyo, warga Gesikan dengan nada kesal.
![]() |
| SDN Gesikan Kecamatan Kemiri, Kabupaten Purworejo, Jawa Tengah. (f/m. taufik) |
Sambutan yang disampaikan Sekdin Pendidikan dan Kebudayaan seputar aturan dan prosedur regrouping sekolah pun tidak mendapat respon yang baik dari warga masyarakat Desa Gesikan.
Hingga acara berakhir tidak mencapai kesepakatan tentang sengketa regrouping sekolah bahkan sebagai ungkapan rasa kesal dan kecewa sebagian wali murid yang hadir mengembalikan tas dan buku yang telah diberikan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan serta Dinas Perlindungan Perempuan dan Anak Kabupaten Purworejo.
“Kami tidak butuh pancingan ini,” ucap warga sambil mengembalikan tas dan buku.
(fix)








