Ia mengungkapkan, pelaksanaan KKN Universitas Andalas tahun ini digelar secara serentak di berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Namun, Kabupaten Sijunjung menjadi daerah yang secara langsung menyambut mahasiswa KKN oleh kepala daerah.
“Hari ini mahasiswa KKN Universitas Andalas disebarkan secara serentak di kabupaten dan kota se-Sumatera Barat. Namun, yang disambut langsung oleh bupati adalah di Kabupaten Sijunjung. Terima kasih banyak kepada Pak Bupati atas sambutan dan dukungannya,” ujar Febrin.
Ia menjelaskan, sebanyak 23 mahasiswa yang diterjunkan berasal dari Fakultas Teknik, Fakultas Ilmu Budaya, dan Fakultas Teknologi Informasi. Kolaborasi lintas disiplin ilmu tersebut diharapkan mampu menghasilkan program pengabdian yang tidak hanya bermanfaat bagi masyarakat, tetapi juga mendukung upaya pelestarian budaya dan pengembangan kawasan wisata berbasis teknologi.
Menurutnya, fokus utama KKN Tematik tahun ini adalah menggali potensi sejarah dan budaya di kawasan Perkampungan Adat Sijunjung serta Muaro Sijunjung melalui pendekatan digital.
“Kami akan mendokumentasikan berbagai potensi budaya yang ada, kemudian membangun basis data berbentuk sistem informasi berbasis web. Nantinya akan menjadi jendela informasi tentang Muaro Sijunjung dan Perkampungan Adat yang dapat diakses masyarakat maupun wisatawan,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia mengatakan sistem tersebut akan dikembangkan secara terintegrasi dengan Geographic Information System (GIS) sehingga seluruh informasi mengenai kawasan adat dapat ditampilkan secara digital.
“Dengan sistem GIS, nantinya cukup dengan mengklik titik lokasi, masyarakat dapat mengetahui siapa pemilik rumah gadang, sejarah bangunannya, hingga berbagai informasi lainnya. Kami juga akan menyusun berbagai peta tematik sebagai bagian dari upaya dokumentasi kawasan adat,” katanya.
Selain pengembangan sistem informasi, tim KKN Tematik juga akan melakukan kajian terhadap penataan kawasan Perkampungan Adat Sijunjung. Mahasiswa dari bidang arsitektur akan meninjau kembali masterplan yang telah ada untuk memberikan masukan dan rekomendasi pengembangan kawasan yang lebih sesuai dengan kondisi saat ini.
“Kami ingin bagaimana konsep Perkampungan Adat ini dapat diwujudkan dalam bentuk fisik yang lebih ideal. Karena itu, keberadaan mahasiswa arsitektur diharapkan mampu mereview masterplan lama dan memberikan rekomendasi berdasarkan hasil kajian ilmiah,” tutupnya.
(tri)












