Pendidikan

Unesa Kukuhkan Abdul Halim Iskandar Jadi Profesor Kehormatan Pertama

134
×

Unesa Kukuhkan Abdul Halim Iskandar Jadi Profesor Kehormatan Pertama

Sebarkan artikel ini
Unesa Kukuhkan Abdul Halim Iskandar Jadi Profesor Kehormatan Pertama
Unesa Kukuhkan Abdul Halim Iskandar Jadi Profesor Kehormatan Pertama. (f/humas)

Mjnews.id – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT), Abdul Halim Iskandar dikukuhkan menjadi Profesor Kehormatan pertama Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Penganugerahan gelar Profesor Kehormatan ini berlangsung di Graha Unesa, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (26/9/2023).

Menteri yang akrab disapa Gus Halim ini dikukuhkan menjadi Professor Kehormatan Bidang Ilmu Sosiolingustik. Pengukuhan Profesor Kehormatan ini untuk pertama kalinya diberikan oleh Unesa sejak berdiri pada 1959 silam.

Banner Pemkab Muba Idul Fitri 1445 H

Gus Halim mengaku sangat bersyukur dengan pengukuhan gelar Profesor Kehormatan yang menjadi momentum bersejarah dalam kehidupannya.

“Mendapat kenikmatan luar biasa dari Allah SWT dikukuhkan sebagai Profesor Kehormatan dalam bidang Sosiolinguistik oleh Universitas Negeri Surabaya,” kata Gus Halim.

Oleh karena itu sebagai bentuk pertanggungjawaban akademik, Gus Halim membawakan orasi ilmiah di forum akademik tertinggi di Unesa. Orasi tersebut merupakan refleksi empirik atau pengalaman Gus Halim selama ini.

Gus Halim menyampaikan orasi ilmiah berjudul “Bahasa Sebagai Media Komunikasi Pembangunan Desa dan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Desa (Kajian Etnopragmakritis)”.

“Lipatan pengalaman pengabdian, terutama ketika bertugas melayani desa, daerah tertinggal, dan transmigrasi, menguatkan keyakinan saya bahwa bahasa berperan penting dalam pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa,” ujarnya.

Usai membawakan orasi ilmiah, Gus Halim resmi dikukuhkan sebagai Profesor Kehormatan Ilmu Sosiolinguistik.

Sementara itu, Rektor Unesa, Prof Dr Nurhasan Mkes mengatakan, gelar Professor Gus Halim Ilmu Sosiolinguistik ini merupakan sumbangan penting bagi pengembangan kajian etnopragmakritis bahasa sebagai media komunikasi pembangunan desa dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.

Nurhasan menjelaskan, Gus Halim bukanlah orang baru bagi Keluarga Besar Unesa karena merupakan salah satu mentor yang turut mengantarkan Unesa menjadi Perguruan Tinggi Negeri Berbadan Hukum (PTNBH).

“Gus Halim juga yang mendorong Unesa untuk miliki Fakultas Kedokteran. Gus Halim juga tercatat sebagai Dosen di Unesa hingga dedikasi dan sumbangsih pemikirannya untuk Unesa tidak perlu diragukan lagi,” kata Nurhasan.

Oleh kerana itu, Nurhasan menyatakan sangat tepat Unesa menganugerahkan gelar Profesor Kehormatan kepada Gus Halim. Gelar ini bentuk apresiasi dan pengakuan kapasitas akademik yang luar biasa.

Gus Halim, kata Nurhasan, dikenal sebagai sosok pribadi religius, sederhana, hangat, detail dan pekerja keras.

“Kehadiran Gus Halim sebagai Profesor Kehormatan bisa memperkuat jajaran Guru Besar di Unesa dan akan membawa perubahan positif nantinya,” jelasnya.

Turut hadir dalam acara pengukuhan ini, Wakil Ketua DPR Abdul Muhaimin Iskandar, Wakil Ketua MPR Jazilul Fawaid, dan Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah.

Selain itu hadir pejabat tinggi madya dan pratama lingkungan Kemendes PDTT, para pendamping desa dan masyarakat umum.

(rel)

Kami Hadir di Google News