Kabupaten AgamKemendagriSumatera Barat

Pitaloka Foundation dan FEMA IPB Bogor Serahkan Data Presisi Nagari Panampuang, Kabupaten Agam

1333
×

Pitaloka Foundation dan FEMA IPB Bogor Serahkan Data Presisi Nagari Panampuang, Kabupaten Agam

Sebarkan artikel ini
Pitaloka Foundation dan FEMA IPB Bogor Serahkan Data Presisi Nagari Panampuang, Kabupaten Agam
Pitaloka Foundation dan FEMA IPB Bogor Serahkan Data Presisi Nagari Panampuang, yang ditgerima Bupati Agam, H Andri Warman. (f/kominfo)

Mjnews.id – Fakultas Ekologi dan Manusia (FEMA) Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Pitaloka Foundation menyerahkan Data Desa Presisi ke Nagari Panampuang, Kecamatan Ampek Angkek-Agam, Jumat (18/8/2023).

Penyerahan data presisi dihadiri oleh Dirjen OTDA Kemendagri Akmal Malik, Direktur Harmonisasi Peraturan Perundang-undangan I Direktorat Jenderal Perundang-undangan Kemenkumham RI, Roberia, Deputi BRIN Yopi, Pendiri Pitaloka Foundation sekaligus anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka, Dekan Fakultas FEMA IPB Dr Sofyan Sjaf, SPt MSi, Direktur Pusat Kajian Konstitusi Unand, Dr Charles Simabura SH MH, serta Ketua KAN Panampuang.

ADVERTISEMENT

Data Desa Presisi ini diserahkan Dekan Fakultas FEMA IPB dan Pendiri Pitaloka Foundation kepada Bupati Agam, H Andri Warman dan Wali Nagari Panampuang, Etriwarmon

Bupati Agam mengungkapkan rasa terimakasihnya kepada Pitaloka Foundation, FEMA-IPB, Dirjen OTDA Kemendagri, Kemenkumham RI, BRIN, Pemerintahan Nagari dan Masyarakat sehingga bisa terpilihnya Nagari Panampuang sebagai pilot nagari atau lokasi riset pertama di Sumatera Barat hingga terealisasinya Nagari Panampuang dengan data presisi.

“Di Kabupaten Agam nagari merupakan basis keberhasilan Pembangunan daerah, sehingga kualitas data yang dimiliki suatu nagari sangat menentukan keberhasilan, dengan kehadiran program data nagari presisi ini bisa menjadi kunci dan solusi inovatif Pembangunan dengan data yang memiliki tingkat akurasi tinggi, teruji, dan berbasis digital,” Jelasnya.

Hasil riset data yang sudah didigitalisasi dapat diakses melalui link berikut https://webgis.desapresisi.id/monografi

Dirjen OTDA Kemendagri Akmal Malik mengungkapkan bahwa sebuah data tidak akan bisa mencapai keberhasilan Pembangunan jika data yang dimiliki tidak akurat.

“Kalau kita ingin mewujudkan Masyarakat yang lebih baik kuncinya adalah data,” tegasnya.

Pendiri Pitaloka Foundation, Rieke Dyah Pitaloka mengatakan, untuk melakukan pembangunan mesti harus ada data yang akurat.

“Data itu harus real, tak boleh asumsi. Bagaimana kita akan membantu masyarakat jika datanya tidak akurat,” katanya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *