Menurut Anggota DPR RI itu, jika data yang dibuat perencana tidak akurat, itu sama saja dengan membunuh masyarakat.
Dia memuji kerjasama pihak nagari dan masyarakat sehingga Data Presisi hasil risetnya bersama IPB ini, bisa tersedia dan dapat diketahui secara detail.
Sementara, Dekan FEMA IPB, Sofyan Sjaf mengatakan ada sebanyak 228 indikator dalam data ini.
Banyaknya indikator, tentu akan sangat akurat, terlebih divalidasi oleh orang dalam.
“228 indikator didata secara utuh, by name by addres, semuanya terverifikasi dengan utuh,” ungkapnya.
Sofyan mengatakan lewat Data Desa Presisi terungkap sejumlah hal penting seperti Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Dia mengatakan Panampuang memiliki IPM 71,40 yang tergolong Baik bagi desa atau nagari.
“Meski demikian ada beberapa poin yang mesti diperbaiki, seperti sektor pendidikan maupun kesehatan dan kemiskinan,” kata Sofyan.
Wali Nagari Panampuang, Etriwarmon mengatakan, saat ini nagarinya telah memiliki Data Desa Presisi yang sangat akurat demi kepentingan pembangunan masyarakat.
“Data ini tersedia setelah dilakukan survei selama 1 bulan 12 hari,” katanya.
Proses pendataannya, kata wali nagari, meliputi seluruh rumah dan jumlah jiwa, yang didata mencapai 6.160.






