Selanjutnya, menjawab pernyataan Anggota DPRD Kab. Solok, Efdizal (Demokrat) yang diketahui awalnya juga merupakan koalisi pemerintah di DPRD Kab. Solok, yang sekarang juga lebih memilih cuap-cuap politis di medsos, yang di duga hanya demi pencitraan demi pamor pribadi, juga dibantah oleh oleh Kadis Kominfo Kabupaten Solok, Teta Midra.
“Termasuk itu, penyataan bapak siapa namanya? oh ya Pak Efdizal yang mengatakan, bahwa kunjungan Bupati Solok menjemput Aspirasi langsung masyarakat hasilnya ‘nonsen’ untuk masyarakat Nagari Sungai Abu. Itu juga informasi yang salah, entah apa dasar beliau bicara seperti itu,” ujar Teta.
Untuk diketahui publik, Teta kemudian merincikan seluruh kegiatan pemerintah di Nagari Sungai Abu Kecamatan Hiliran Gumanti yang katanya merupakan dapil pemilihan Efdizal, yang kali ini, jika dilihat dari berita yang keluar, demi politik pribadinya diduga rela memberikan informasi yang salah kepada masyarakat.
Berikut rincian kegiatan di Nagari Sungai Abu:
A. APBD Awal
- Paket 13 Jalan Sungai Batarak Rp71.904.000,00.
- Jembatan Tanteleang Panasahan Rp141.769.200,00.
- Pakaian dan Alat Kesenian Sungai Abu Rp18.920.680,00.
- Pembangunan Jalan Usaha Tani Sungai Abu Rp89.443.200,00.
- Cor dan pagar SD N24 Sungai Abu Rp135.500.03,02.
- Pembangunan Pagar SD N 20 Sungai Abu Rp90.000.000,00.
- Pembangunan Dan Parit SMPN 3 Hiliran Gumanti Rp40.000.000,00.
- Jalan Sariak Alahan III – SEI Abu Rp661.152.000,00.
- Bendung Jorong Sungai Kaluang Rp94. 478. 240,00.
- Irigasi Sungai Kaluang Rp70.356.600,00.
- DAM SDN 03 Sungai Abu Rp45.000.000,00.
B. APBD Perubahan
- Pengecoran Jalan Lubuak Muaro Nagari Sungai Abu Rp150.000.000,00.
- Bagus Jalan Sariak Sungai Abu Jorong Batarak Rp100.000.000,00.
- Tambahan Pembangunan Jembatan Pintu Kayu Rp50.000.000,00
- Pengadaan Pakaian dan Tas Anak sekolah SD se-Nagari Sungai Abu Rp25.000.000,00.
- Irigasi Batu Kudo Sungai Batarak Nagari Sungai Abu Rp 100.000.000,00.
“Itu saja dulu pak, yang bisa kami jelaskan terkait informasi yang beredar di media online dua hari ini. Intinya informasi yang ditudingkan kepada Pemda, maupun Bupati Solok tidak benar sama sekali. Karena saya juga tidak tahu APBD mana yang bapak-bapak itu lihat ketika berbicara di media sosial. Nanti terlalu banyak bicara malah saya dituduh lagi ikut politik,” pungkas Teta Midra.
(sis)












