Kota BukittinggiKesehatanParlemenSumatera Barat

Anggota Komisi IX DPR Ade Rezki Pratama Sampaikan 4 Faktor Penyebab Stunting pada Anak

246
×

Anggota Komisi IX DPR Ade Rezki Pratama Sampaikan 4 Faktor Penyebab Stunting pada Anak

Sebarkan artikel ini
Anggota Komisi Ix Dpr Ade Rizki Pratama Sampaikan 4 Faktor Penyebab Stunting Pada Anak
Anggota Komisi IX DPR Ade Rizki Pratama Sampaikan 4 Faktor Penyebab Stunting pada Anak. (f/munasril)

Mjnews.id – Tim BKKBN Pusat, Provinsi Sumatera Barat dan Kota Bukittinggi gelar sosialisasi dan Komunikasi Infomasi Edukasi (KIE) program Bangga Kencana bersama mitra kerja, anggota komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, SE, MM, bertempat di Aula Pondok Pasantren H Muhamad Nadis, Kecamatan Koto Selayan, Kota Bukittinggi, Minggu 8 Oktober 2023.

Hadir dalam acara tersebut wakil ketua BKKBN Pusat Muhamad Tohirin, Kadis BKKBN Provinsi Sumbarm Nurbaiti Jobang, Kadis BKKBN Kota Bukittinggi, Nauli, Camat Mandiangin Koto Selayan. (MKS) Syukri Naldi. Acara tersebut juga dihadiri sekitar 200 tamu undangan, didominasi ibu-ibu.

Banner Pemkab Muba Idul Fitri 1445 H

Ade Rezki Pratama mengatakan, stunting disebabkan oleh 4 faktor yaitu, pertama, hamil terlalu muda dikarenakan pernikahan dini. Kedua, hamil terlalu tua. Ketiga, hamil terlalu dekat dengan usia anak sebelumnya, dan keempat, hamil terlalu banyak.

Persoalan stunting bukan karena faktor fisik saja, tetapi lebih banyak karena perkembangan otak. Anak-anak stunting kalau tidak diberikan pertolongan dan pengobatan padahal umurnya sudah 2 tahun, maka dia akan menjadi anak stunting permanen.

Jika anak sudah menjadi stunting permanen, mustahil akan sembuh total, akhirnya anak yang sudah tumbuh dewasa, tubuh anak sudah kecil, pendek, kurang menangkap dalam belajar dan lain-lain, serta risiko penyakit ketika dewasa itu tinggi seperti diabetes, dan jantung.

Oleh karena itu, agar anak kita terhindar dari stunting 4 faktor, kita harus mensukseskan program KB, salah satunya dengan menggunakan Alat Kontrasepsi (Alkon), dengan berbagai macam yaitu Ayudi, Implan, Spiral, dan Pil.

Sementara Kadis BKKBN Propinsi, Nurbati Jobang, mengatakan, stunting adalah kekurangan gizi pada balita yang berlangsung lama pada masa 1000 Hari Pertama Kehidupan (sejak kehamilan hingga bayi berusia 2 tahun) dan menyebabkan terhambatnya perkembangan otak dan tumbuh kembang anak. Karena mengalami kekurangan gizi menahun, balita stunting tumbuh lebih pendek dari standar tinggi balita umumnya.

Stunting juga dapat mengakibatkan terjadinya beberapa hal, di antaranya terganggunya perkembangan otak dan fisik balita, sehingga cenderung membuat balita sulit mencapai prestasinya kelak. Lebih rentannya balita terhadap penyakit. Saat dewasa, lebih mudah mengalami penyakit jantung, diabetes dan lainnya.

Kekurangan gizi dapat terjadi karena, pola asuh yang kurang tepat dalam pemberian makan balita baik dari jumlah dan jenisnya sehingga asupan gizi yang diterima menjadi kurang terpenuhi.

“Lingkungan yang tidak bersih menyebabkan balita terpapar kuman atau bakteri Infeksi bakteri ini mengakibatkan asupan gizi untuk pertumbuhan balita terpaksa digunakan tubuh untuk melawan infeksi bakteri-bakteri bersumber dari lingkungan, misalnya karena buang air besar sembarangan,” pungkasnya.

(ril/aii)

Kami Hadir di Google News