Bayang, Mjnews.id – Setidaknya ada satu buah rumah gadang Pesisir terancam banjir Batang Bayang yang telah bersentuhan dengan bibir tebing sungai, akibat setiap banjir bandang, arus Batang Bayang selalu menggerus tebing sungai beberapa meter.
Batang Bayang yang berhulu dengan kemiringan sekira 27 derajat Celsius dari lereng bukit barisan tak basa-basi memporak-porandakan sisi kiri-kanan tebing sungai.
Ungkapan ini dikemukakan Walinagari Aur Begalung, Kecamatan Bayang, Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat, Musrial, ST ketika dijumpai awak media ini, Selasa 28 Maret 2023.
Menurut Walinagari Aur Begalung, Musrial, diyakini ini adalah satu-satunya ciri khas rumah gadang pesisir yang masih tersisa lagi di Kampung Lubuk Begalung, bahkan di Negeri Bayang.
“Kita berharap kepada pemerintah terkait yang membidangi pelestarian ciri khas rumah gadang pesisir perlu dapat perhatian serius sebagai ciri khas rumah gadang pesisir milik masyarakat”, pintanya.
Kata Musrial lagi, Usia rumah gadang pesisir ini diperkirakan satu abad lebih yang ditempati oleh pemiliknya pak Radi dan Etek Nani.
“Kita ingin menjadikan rumah gadang pesisir ini yang satu satunya masih ada di negeri Bayang supaya menjadi aikon destinasi wisata rumah gadang pesisir yang dimiliki masyarakat 100 persen terbuat dari kayu”, sebutnya.
Lanjutnya, rumah gadang pesisir ini sekira panjang 30 meter dan lebar 27 meter dengan ketinggian jarak lantai rumah dari tanah 2 meter.
“Kita berharap penuh pada pemerintah supaya mempercepat jadwal pembendungan tebing sungai guna melindungi 4 buah rumah penduduk yang masih bermukim diseberang Sungai Batang Bayang di Kampung Lubuk Begalung. Kita sangat perlu melindungi satu jembatan gantung yang tapak pondasinya telah digerus oleh air sungai”, kata Walinagari Aur Begalung, Musrial.
Rumah Gadang Pesisir, Kekayaan Etnik
Sengaja satu hari bertandang awak media ini ke Kampung Lubuk Begalung, Kenagarian Aur Begalung, Kecamatan Bayang.
Kampung Lubuk Begalung dengan jarak-tempuh sekira 1,5 jam dengan kenderaan bermotor dan 65 kilometer dari Kota Padang, ibukota Provinsi Sumatera Barat.
Jika menuju dari Kota Padang-Pesisir Selatan, sebelumnya bertemu dengan simpang Pasar Baru – Bayang, dan memasuki beberapa simpang Kampung Lubuk Pasing dan Simpang Pasar Talaok untuk menuju ke Kampung Lubuk Begalung.
Biasanya, setiap musim Lebaran Hari Raya Idul Fitri Kampung Lubuk Begalung ramai dikunjungi pecinta destinasi wisata Sungai Batang Bayang dan memancing ikan Lubuk Larangan.
Kampung Lubuk Begalung dibelah aliran air jernih dan deras Sungai Batang Bayang banyak menyajikan pemandangan indah areal pertanian kebun dan sawah penduduk.
Pada areal sawah seluas 1.500 hektare, terlihat pemandangan gundukan tanah bukit Sigiriak nan hijau.
Apabila suka dengan wisata alam gunung berketinggian Bukit Gunung Sigirik bisa ditempuh mendaki berjalan kaki atau pun menggunakan touring kendaraan trabas yang sudah pernah ditancap naik gunung Sigiriak oleh mantan Gubernur Sumbar, Irwan Prayitno.
Dengan menapak jalan usaha tani menuju ke Bukit Dama dibawah kaki Bukit Gunung Sigiriak pengunjung diteduhi dengan deretan pepohonan hijau dan rindang tumbuh secara alami.
Gemercik air jenih disela anak sungai kecil yang mengalir dari Bukik Dama ke persawahan penduduk menambah kesan elok sambil melepas lelah.
Beragam panganan dan kudapan ciri khas Kampung Lubuk Begalung menyajikan beragam cita rasa yang dijual di sekitaran pasir tepi Sungai Batang Bayang di Kampung Lubuk Begalung.
Untuk sampai ke seberang sungai hanya bisa menggunakan sepeda motor dan berjalan kaki melewati jembatan gantung sepanjang 50 meter.
Di perkampungan Lubuk Begalung nan elok ini bisa melakukan sholat di masjid terdekat yang hanya berjarak sekira 400 meter dari Sungai Batang Bayang.
Sambil melepas kerinduan mandi berenang berkecimpung di Sungai Batang Bayang bila terminum airnya sepanjang masa akan terkenang, kata Walinagari, Musrial saat ditandangi mengakhiri perjumpaannya dengan awak media ini.
(obral)






