KemensosPasaman Barat

Kemensos Beri Bantuan Ternak Ayam bagi Lansia Pemulung

664
×

Kemensos Beri Bantuan Ternak Ayam bagi Lansia Pemulung

Sebarkan artikel ini
Kemensos Beri Bantuan Ternak Ayam bagi Lansia Pemulung
Kemensos Beri Bantuan Ternak Ayam bagi Lansia Pemulung. (f/humas kemensos)

Mjnews.id – Usianya telah mencapai 80 tahun. Namun Emak Empat masih rutin menjalani profesi sebagai pemulung.

Apa boleh buat. Hanya dengan itu ia bisa mengais rejeki. Warga Dusun Sukamaju Desa Jatisari, Kecamatan Jatisari Kabupaten Karawang, ini dibantu Jenab, anak perempuannya yang juga lansia dan dua cucunya, anak Jenab.

ADVERTISEMENT

Dari memulung barang bekas, pendapatan Emak tak menentu. Ia dibantu Jenab yang bekerja sebagai buruh di warung makan dengan penghasilan 50.000 perhari.

Untuk membantu keluarga pra-sejahtera ini, Menteri Sosial Tri Rismaharini menginstruksikan jajarannya. Atas arahan Mensos, tim dari Direktorat Rehabilitasi Sosial Lanjut Usia dan Sentra Terpadu Pangudi Luhur (STPL) membujuk Emak Empat agar bersedia tinggal dan mendapatkan layanan di komplek sentra.

“Atas arahan Bu Mensos, kami membujuk Emak Empat agar dapat dilayani di STPL. Tapi dia tidak bersedia. Dengan alasan tidak mau tinggal jauh dari keluarga,” kata Kepala STPL I Ketut Supena di Jakarta, Kamis 11 Mei 2023.

Dari hasil asesmen, keluarga ini kesulitan mendapatkan penghasilan untuk memenuhi kebutuhan yang layak. Jenab sendiri, dengan usia 63 tahun, sudah tergolong lansia. Sementara anak sulungnya, Sholihin putus sekolah. Adiknya, Fizah (14 tahun) masih sekolah SMP.

Untuk membantu meningkatkan pendapatan, tim Kemensos memberikan bantuan wirausaha ternak ayam 20 ekor beserta kandang ayam. Bantuan diperuntukkan kepada Jenab.

Kemensos juga membantu Sholihin, agar dapat melanjutkan sekolah. Ketiadaan biaya membuat pemuda 18 tahun itu putus sekolah di jenjang SMA.

“Kemensos mendaftarkan sekolah paket C dan membantu membiayai pendidikannya serta memberikan perlengkapan sekolah agar bisa melanjutkan jenjang pendidikan SMA,” kata Ketut.

Dari hasil asesmen keluarga ini sudah tinggal puluhan tahun di rumah yang terletak di pinggiran sungai irigasi dari Sungai Citarum dengan status tanah irigasi. Kondisi rumah memiliki dua kamar. 1 kamar diisi oleh Emak Empat beserta anak dan cicit perempuannya dan 1 kamar lagi untuk cicit laki-lakinya.

Rumah ini memiliki cukup sirkulasi udara dan kamar mandi yang tertutup namun pondasi rumah masih dengan kayu, lantai beralaskan tanah, beratap genteng dan asbes.

“Emak Empat hanya memungut barang bekas di sekitar lingkungan rumah dikarenakan usia dan kondisi fisik sudah menurun,” katanya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *