BeritaJawa TengahTNI

Jembatan Garuda TMMD ke-128 Diresmikan, Warga Krangean Kini Nikmati Akses Lebih Mudah

31
×

Jembatan Garuda TMMD ke-128 Diresmikan, Warga Krangean Kini Nikmati Akses Lebih Mudah

Sebarkan artikel ini
Peresmian Jembatan Garuda TMMD ke-128 di Desa Krangean
Peresmian Jembatan Garuda TMMD ke-128 di Desa Krangean. (f/pendim)

Mjnews.id – Suasana bahagia menyelimuti warga Dusun Batur, Desa Krangean, Kecamatan Kertanegara saat Jembatan Garuda yang dibangun melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Reguler ke-128 Kodim 0702/Purbalingga diresmikan. Jembatan yang dibangun melalui gotong royong Satgas TMMD dan masyarakat itu kini menjadi akses penting penghubung wilayah Krangean dan Ponjen.

Prosesi peresmian dilakukan secara simbolis melalui pemotongan pita oleh Komandan Kodim 0702/Purbalingga, Letkol Inf Aries Ika Satria S.Hub.Int., M.H.I bersama Camat Kertanegara dan disaksikan oleh seluruh warga yang hadir.

ADVERTISEMENT

Suasana meriah pun langsung terasa ketika pita peresmian terpotong. Tepuk tangan warga menggema di sekitar jembatan, sementara anak-anak desa tampak antusias menyaksikan momen bersejarah tersebut.

Camat Kertanegara, Supriyanti menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Satgas TMMD dan masyarakat yang telah bekerja keras menyelesaikan pembangunan jembatan tersebut.

“Terima kasih sebesar-besarnya kepada Satgas TMMD dan seluruh warga yang sudah bergotong royong membangun jembatan ini. Kini masyarakat dari Desa Krangean menuju Ponjen ataupun sebaliknya bisa lebih mudah untuk melakukan mobilitas,” ujarnya, Kamis (21/5/2026).

Menurutnya, keberadaan Jembatan Garuda akan sangat membantu aktivitas masyarakat sehari-hari, baik untuk mobilitas warga maupun aktivitas perekonomian desa.

Sementara itu, Dandim 0702/Purbalingga Letkol Inf Aries Ika Satria berpesan agar seluruh masyarakat dapat menjaga dan merawat hasil pembangunan yang telah dilakukan bersama.

“Kami berharap masyarakat bisa menjaga dengan baik pembangunan ini agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Dandim juga menyampaikan permohonan maaf apabila selama proses pembangunan terdapat perkataan maupun tindakan dari personel Satgas yang kurang berkenan saat menjalankan tugas di lapangan.

“Kami juga memohon maaf apabila selama pelaksanaan pembangunan ada tutur kata anggota di lapangan yang kurang berkenan di hati masyarakat,” tambahnya.

Acara peresmian pun ditutup dengan suasana hangat dan penuh kebersamaan. Tepuk tangan warga dan sorak bahagia anak-anak desa menjadi penutup meriah atas berdirinya Jembatan Garuda yang kini menjadi simbol kemanunggalan TNI dan rakyat. (*)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT