MJNEWS.ID – Setelah resmi ditetapkan oleh Majelis Tinggi Dewan Pendiri (MTDP) sebagai Ketua Umum Laskar Merah Putih (LMP), Fanny Aminadia menyampaikan sikap dan arah kepemimpinannya dalam wawancara eksklusif kepada MJ NEWS di Jakarta, Rabu (5/11/2025).
Setelah sebelumnya 10 MTDP bersepakat untuk Bersatu melalui Surat Pernyataan Dewan Pendiri. Masing-masing ditandatangani, cap jari dan dinotariatkan, untuk kemudian 7 MTDP melakukan musyawarah, dan mufakat menetapkan Fanny Aminadia dan Hendrikus A.Widodo sebagai Plt.Ketua Umum dan Sekretaris Jendral Laskar Merah Putih.
Ketetapan ini diambil oleh 7 Dewan Pendiri Laskar Merah Putih setelah melalui kajian mendalam terhadap kondisi organisasi, dinamika internal, serta kebutuhan penguatan struktur komando, pertimbangan seksama menetapkan Ketua Umum dari unsur Dewan Pendiri serta membutuhkan figur yang dinilai netral dan tidak memiliki resistensi di Laskar Merah Putih.
Penetapan tersebut sebelumnya diputuskan dalam sidang Majelis Tinggi pada 31 Oktober 2025 dan dinyatakan sah mengikat seluruh struktur organisasi di tingkat pusat maupun daerah. Tujuh Majelis Tinggi Dewan Pendiri Laskar Merah Putih yakni Ketua MTDP Hafeezul Awan, Sekwan MTDP Panjang Hartawan Tarigan, Bobby Beng Floris, Fanni Aminadia, Eddy Wibowo, Eddi Panjaitan, Hendrikus A.Widodo. 7 dari 12 Orang Dewan Pendiri Pendiri yang masih hidup.
Dalam wawancara, Fanny menegaskan bahwa langkah pertamanya sebagai Plt.Ketua Umum adalah menjalankan kewenangan yang mandatkan MTDP guna melakukan pembenahan dan menyatukan Laskar Merah Putih dalam rangka mempersiapkan Musyawarah Besar Luar Biasa LMP sebagai perahu kontestasi yang sah dan sesuai dengan AD/ART Organisasi LMP.
“Tentunya hal ini akan tetap menjadi pro dan kontra, terlebih bagi pihak-pihak yang menjadi terganggu kepentingannya. Tapi demi kembalinya marwah MTDP dan nama besar Laskar Merah Putih, kita tetap maju terus,” tegas Fanny.
“Bergabung jika memang cinta dengan LMP, bersatu tanpa harus melukai, besarkan LMP bersama-sama sesuai AD/ART organisasi sebagai landasan kita menjalankan kepemimpinan,” serunya.
Lebih lanjut Fanny menjelaskan, bagaimana memulihkan persatuan internal organisasi melalui penyelenggaraan Musyawarah Besar Luar Biasa (Mubeslub) yang akan melibatkan seluruh Markas Daerah (MADA), Markas Cabang (MARCAB), dan Markas Anak Cabang (MAC) yang masih terpecah komandonya
“Langkah tegas dan Strategis tetap akan kita lakukan, jika secara persuasif tidak mereka indahkan. Perlu digarisbawahi sebagai Plt. Ketua Umum, saya bukan ingin mengambil alih, menguasai LMP. Tapi mengajak kader LMP agar lebih cerdas, legowo dan punya prinsip untuk menyatukan seluruh keluarga besar Laskar Merah Putih tanpa terkecuali. Jika merasa layak dan memiliki kompetensi untuk menjadi Ketua Umum, maka silahkan maju pada kontestasi calon ketum LMP, jalani prosesnya, bertarunglah dengan kesatria,” ujarnya.
Fanny juga menegaskan, sebagai Ketua Umum Laskar Merah Putih yang sah berdasarkan musyawarah Majelis Tinggi Dewan Pendiri akan menjalankan amanat untuk mempersatukan Laskar Merah Putih.
“Saya diamanatkan untuk menyatukan, bagi kader lama LMP dan atau mungkin yang mengenal Saya, paham dan tau komitmen Saya pada Laskar Merah Putih. Jadi jika masih ada pihak-pihak yang memelintir komitmen ini, patut dicurigai pihak tersebut memiliki kepentingan pribadi, tidak benar-benar peduli dan menjadikan LMP mengambil keuntungan pribadi. Buka mata hati kalian, 8 Tahun sudah, cukupkan dan bersatulah,” tegasnya.
Ia menilai bahwa perjalanan panjang Laskar Merah Putih tidak boleh terhenti karena perbedaan internal. Menurutnya, Laskar Merah Putih harus kembali pada garis perjuangan sebagaimana amanah pendiri dan AD/ART organisasi.
“Perjalanan panjang terjal dan berliku. Tapi perjalanan itu juga yang semestinya menjadikan kita matang. Matang secara pemikiran dan secara emosional.
Fanny juga mengecam, upaya menghapuskan peran, fungsi, bahkan menghilangkan MTDP itu fakta yang kuat adanya kepentingan oknum.
“Sebelum saya menerima SK MTDP, saya menegaskan satu syarat bahwa tidak akan pernah menghapus-memberhentikan atau menghilangkan Dewan Pendiri, bersyukurnya semua sepakat,” ungkapnya.
Fanny menekankan bahwa Mubeslub bukan sekadar ajang kontestasi yang sah untuk memilih Ketua Umum, tetapi pula menjadi momentum rekonsiliasi besar organisasi.
“Kita komit menjaga netralitas dan objektifitas pembenahan badan pengurus laskar merah putih. Jangan ada lagi bahasa ‘kubu” baik AC maupun AM Adalah kader yang pernah berbuat untuk organisasi kami bersama. Hanya mungkin pembisiknya yang terlalu haus,” katanya.
“Dengan tangan terbuka kami menyerukan silahkan kembali pulang, ke rumah kita. Laskar Merah Putih adalah rumah kita. Mari kita bergerak bersama, fokus dan solidkan barisan untuk menghasilkan kader-kader terbaik yang mampu membawa Laskar Merah Putih Besar kembali,” pungkas Fanny dalam wawancara eksklusif kepada MJ NEWS.











