Berita

Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Lintas Etnis, Stafsus Mendagri Hoiruddin Hasibuan Dapat Dukungan Pimpin Kota Medan

661
×

Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama Lintas Etnis, Stafsus Mendagri Hoiruddin Hasibuan Dapat Dukungan Pimpin Kota Medan

Sebarkan artikel ini
Stafsus Mendagri Hoiruddin Hasibuan buka puasa bersama lintas etnis di Kota Medan
Stafsus Mendagri Hoiruddin Hasibuan buka puasa bersama lintas etnis di Kota Medan, Sumatera Utara. (f/puspen)

Mjnews.id – Staf Khusus (Stafsus) Mendagri Bidang Pemerintahan Desa dan Pembangunan Perbatasan Hoiruddin Hasibuan menghadiri silaturahmi dan buka puasa bersama lintas etnis di Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh pimpinan daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda se-Provinsi Sumut.

ADVERTISEMENT

Beberapa tokoh yang hadir di antaranya Rahmat P. Hasibuan, Ali Mutiara Rangkuti, Donal Sidabalok, Husni Hasibuan, Rusdi Lubis, Jumiran Abdi, Subriadi Bahar, Rudi Zulham Hasibuan, Khairul Max Hasibuan, dan Manan Nasution. Selain itu, hadir pula Eldin, Kamal Basri Siregar, Mayjen Felix Hutabarat, Bukit Tambunan, Aspan Sopian, JB Ringoringo, Irwan Daulay, Hamdan, serta tokoh pemuda mewakili berbagai etnis di Sumut.

Hoiruddin Hasibuan mengapresiasi seluruh peserta yang telah berkenan hadir. Menurutnya, kehadiran mereka menunjukkan semangat persatuan untuk terus merawat dan membangun negara, khususnya Provinsi Sumut.

Hoiruddin Hasibuan menjelaskan, Sumut merupakan provinsi terbesar ke-4 di Indonesia. Daerah ini memiliki sumber daya alam melimpah, mulai dari energi, mineral, pertanian, perkebunan, perikanan, dan perhutanan.

“Sehingga Sumatera Utara menjadi salah satu daerah yang menopang kekuatan ekonomi Indonesia,” ujar pria kelahiran Sumut tersebut di Hotel Polonia Kota Medan, Sumut, Senin 1 Maret 2024.

Dia juga menjelaskan berbagai capaian pembangunan Provinsi Sumut. Misalnya dalam aspek pertumbuhan ekonomi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023 perekonomian Sumut tumbuh sebesar 5,01 persen. Salah satu faktor pertumbuhan ini yaitu dipengaruhi inflasi yang berada di angka 2,5 persen.

“Lebih baik dibanding dengan inflasi nasional yang mencapai 2,75 persen,” ujarnya.

Kemudian angka kemiskinan ekstrem di Sumut juga mengalami penurunan. Berdasarkan data BPS, angka kemiskinan ekstrem per Maret 2022 berada di angka 1,41 persen, sedangkan pada Maret 2023 0,78 persen.

Penurunan ini menunjukkan tren positif yang diiringi dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dari yang semula 72,71 pada 2022 menjadi 75,13 pada 2023.

“Peningkatan IPM menunjukkan adanya kemajuan dalam kualitas hidup dan pembangunan manusia. IPM yang tinggi menandakan adanya peningkatan dalam aspek kesehatan, pendidikan, dan standar hidup,” ujarnya.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT