AdvKota PadangParlemen

Muharlion: Padang Marandang 2025 Simbol Kebangkitan Sosial dan Psikologis Masyarakat Pascabencana

131
×

Muharlion: Padang Marandang 2025 Simbol Kebangkitan Sosial dan Psikologis Masyarakat Pascabencana

Sebarkan artikel ini
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menegaskan bahwa kegiatan Padang Marandang 2025 bukan sekadar perayaan kuliner, melainkan simbol kuat kebangkitan sosial dan psikologis masyarakat
Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion. (f/ist)

Mjnews.id – Ketua DPRD Kota Padang, Muharlion, menegaskan bahwa kegiatan Padang Marandang 2025 bukan sekadar perayaan kuliner, melainkan simbol kuat kebangkitan sosial dan psikologis masyarakat setelah melewati masa tanggap darurat bencana banjir bandang dan tanah longsor.

Tradisi marandang dinilai mampu menghadirkan energi positif di tengah suasana duka yang masih dirasakan warga.

ADVERTISEMENT

Muharlion menyebut, rendang sebagai warisan budaya Minangkabau sarat dengan nilai filosofis yang relevan dengan kondisi pascabencana. Proses memasak rendang yang panjang dan penuh kesabaran, menurutnya, mencerminkan ketangguhan masyarakat dalam menghadapi cobaan serta tekad untuk bangkit secara bertahap namun pasti.

“Marandang mengajarkan kita tentang proses, kebersamaan, dan ketahanan. Ini menjadi pesan kuat bahwa pemulihan pascabencana membutuhkan persatuan seluruh elemen, tidak bisa dilakukan sendiri-sendiri,” ujar Muharlion, Selasa (23/12/2025).

Ia mengapresiasi Pemerintah Kota Padang yang mengangkat kearifan lokal sebagai media pemulihan trauma dan penguat solidaritas sosial.

Padang Marandang untuk Penyintas Bencana

Menurutnya, pendekatan berbasis budaya seperti Padang Marandang justru lebih membumi dan mampu menyentuh sisi emosional masyarakat yang terdampak bencana.

Lebih lanjut, Muharlion menyoroti aspek sosial dari kegiatan tersebut, terutama komitmen untuk menyalurkan rendang kepada para penyintas bencana, baik di wilayah Kota Padang maupun daerah lain yang turut terdampak.

Ia menilai semangat berbagi ini merupakan cerminan nilai kemanusiaan dan gotong royong yang menjadi jati diri masyarakat Minangkabau.

“Rendang tidak dimasak untuk satu orang. Ia dibuat untuk dibagi. Ketika hasil marandang disalurkan kepada saudara-saudara kita di pengungsian, di situlah kepedulian dan solidaritas benar-benar terasa,” katanya.

DPRD Kota Padang, lanjut Muharlion, mendukung penuh program-program pemulihan yang mengedepankan kebersamaan masyarakat. Dukungan tersebut akan diwujudkan melalui penguatan kebijakan, penganggaran yang berpihak pada warga terdampak, serta pengawasan agar penanganan pascabencana berjalan efektif dan tepat sasaran.

Ia berharap Padang Marandang dapat menjadi agenda berkelanjutan yang tidak hanya hadir saat bencana, tetapi juga sebagai ruang memperkuat ketahanan sosial, menjaga identitas budaya, dan menumbuhkan optimisme masyarakat Kota Padang ke depan.

(Adv)

#dprdkotapadang

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT