pemkab muba
BeritaKabupaten SolokSumatera Barat

Jadi Kontestan Pilkada Kabupaten Solok 2024, Budi Satriadi Siap Hadang Negative Campaign

122
×

Jadi Kontestan Pilkada Kabupaten Solok 2024, Budi Satriadi Siap Hadang Negative Campaign

Sebarkan artikel ini
Budi Satriadi
Budi Satriadi. (f/ist)

Menurutnya, selain potensi SDA, Kabupaten Solok yang melimpah, kita juga memiliki SDM yang cukup.

Banyaknya ASN Kabupaten Solok yang berkiprah di pemerintah daerah di luar Kabupaten Solok, bukan hanya sekedar menjadi staf biasa, tetapi memiliki jabatan yang mentereng di pemerintahan.

ADVERTISEMENT

Kita juga punya para guru guru yang memiliki potensi yang cukup teruji, kita punya banyak pengusaha diberbagai bidang, bahkan kita punya masyarakat yang mayoritas petani yang mampu menjadikan Kabupaten Solok sebagai penghasil beras dan penghasil sayur terbesar di Sumatera Barat

“Semua pencapaian itu tidak lah lepas dari tingkat dan mutu pendidikan. Pendidikan tidak bisa kita abaikan, pendidikan yang baik akan melahirkan generasi cerdas”

Guna menopang dunia pendidikan kearah yang lebih baik, dan para orang tua wali murid tidak terbebani lagi, kita akan programkan pakaian sekolah gratis di setiap tahun ajaran baru bagi anak-anak TK, SD dan SMP/ SMA sederajat.

Tidak itu saja, kita juga akan ciptakan, para pendidik itu menikmati kesejahteraannya.

“Kita tak bisa pungkiri, Guru adalah garda terdepan pejuang pendidikan, tanpa guru, kita bukan siapa siapa,” terang Budi Global.

Profil Budi Satriadi

Putra kelahiran Nagari Salimpek, Kecamatan Lembah Gumanti, Kabupaten Solok, Sumatera Barat pada 17 Mei 1976. Di saat dirinya berumur 1 tahun, ayahnya meninggal dunia, yang sekaligus menjadikan ibunya yang seorang guru menjadi single parent (orang tua tunggal)

Menempuh pendidikan awal di SDN 1 Alahan Panjang (tamat tahun 1989) dan SMPN 1 Alahan Panjang (tamat tahun 1992), Budi Satriadi kemudian melanjutkan ke ⁠SMA Adabiah Padang (tamat tahun 1995). Budi kemudian memilih masuk ke ⁠Akademi Keperawatan (Akper) Depkes RI Padang dan tamat tahun 1998.

Gelar Sarjana Kesehatan Masyarakat (SKM) didapatkannya pada 2007 di Fakultas Kedokteran Universitas Andalas (Unand) Padang. Sementara, gelar Magister Manajemen (MM) diraihnya usai menyelesaikan S-1 di Universitas Putra Indonesia (UPI) Padang tahun 2011.

Setelah tamat dari Akper Depkes Padang pada tahun 1998, Budi Satriadi langsung lulus dan diangkat sebagai Pegawai Negeri Sipil (PNS).

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT