BeritaSumatera Barat

Gubernur Mahyeldi Buka Festival Literasi Sumbar 2025, Berlangsung 3 Hari

312
×

Gubernur Mahyeldi Buka Festival Literasi Sumbar 2025, Berlangsung 3 Hari

Sebarkan artikel ini
Festival Literasi Sumbar 2025
Festival Literasi Sumbar 2025. (f/pemprov)

Mjnews.id – Gubernur Mahyeldi membuka Festival Literasi Daerah Sumbar 2025, bertempat di halaman Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar, Selasa 9 September 2025.

Festival berlangsung selama tiga hari, 9-11 September ini, mengusung tema “Melalui Perpustakaan Kita Tingkatkan Budaya Literasi dan Kearifan Lokal Guna Membangun Generasi Emas Sumatera Barat.”

ADVERTISEMENT

Gubernur Mahyeldi menekankan pentingnya literasi sebagai bekal utama menghadapi tantangan zaman.

“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga mencakup kemampuan berpikir kritis, memahami informasi, dan beradaptasi dengan perubahan,” tegasnya.

Festival Literasi Daerah Sumbar 2025 melibatkan berbagai elemen masyarakat—mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, komunitas literasi, tokoh masyarakat, hingga instansi pemerintah daerah yang dirancang untuk menjadi ruang kolaborasi dan inspirasi bagi seluruh pegiat literasi di Sumatera Barat.

Beragam kegiatan meriah turut memeriahkan festival, di antaranya, pameran literasi, talkshow dan bedah buku, peluncuran buku karya lokal, lomba resensi buku berbasis koleksi perpustakaan, lomba menulis dan video literasi berbasis kearifan lokal, pemilihan Duta Baca Sumbar periode 2025–2028.

Tak hanya itu, festival ini juga memberikan penghargaan kepada insan-insan inspiratif di bidang literasi, seperti perpustakaan nagari/desa terbaik, pustakawan terbaik, serta arsiparis teladan untuk kategori keahlian dan keterampilan.

Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Sumbar, Jumaidi, menegaskan festival ini bukan sekadar seremonial tahunan.

“Ini adalah gerakan nyata untuk membumikan budaya literasi di tengah masyarakat,” ujarnya.

Bunda Literasi Sumbar, Ummi Harneli Mahyeldi, turut mengajak para orang tua agar membiasakan anak-anak mencintai buku sejak usia dini.

“Buku adalah jendela dunia. Cinta buku harus ditanamkan sejak kecil, dimulai dari rumah,” ungkapnya.

Festival ini juga menghadirkan berbagai layanan untuk masyarakat umum, seperti, samsat keliling, donor darah, pemeriksaan kesehatan gratis, layanan administrasi kependudukan, pijat shiatsu, dan bazar UMKM dan kuliner lokal.

(adpsb)

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT