Mjnews.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) menyelenggarakan Dari Nagari Untuk Negeri/DAUN Ramadan Fest 2026 pada Minggu (7/2/2026).
Kegiatan ini menjadi salah satu langkah strategis dalam rangka menjaga stabilitas harga pangan di Sumbar menjelang bulan suci Ramadan, mendukung pengendalian inflasi pangan, penguatan ketahanan pangan daerah, serta peningkatan literasi masyarakat,
Hadir Gubernur Mahyeldi Ansharullah beserta jajaran Forkopimda Provinsi Sumbar, pimpinan instansi vertikal, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumbar dan Pemerintah Kota Padang, Ketua Yayasan Wakaf Ar Risalah Sumbar, pimpinan BBPOM Padang, BPJPH Sumbar, pimpinan perbankan di Sumbar, serta para pelaku usaha pangan, petani, dan UMKM.
Dalam sambutannya saat acara pembukaan Gubernur Mahyeldi menyampaikan, bulan Ramadan identik dengan meningkatnya konsumsi masyarakat, khususnya kebutuhan bahan pangan pokok. Jika tidak diantisipasi dengan baik dapat berdampak pada kenaikan harga.
“Kondisi ini perlu kita antisipasi bersama agar daya beli masyarakat tetap terjaga dan inflasi pangan dapat dikendalikan,” ujar Mahyeldi.
Ia menegaskan, Pemerintah Provinsi Sumbar sangat mendukung pelaksanaan DAUN Ramadan Fest 2026 sebagai bentuk kolaborasi antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, pelaku usaha, dan masyarakat dalam menjaga ketersediaan, keterjangkauan, serta stabilitas harga pangan.
“Salah satu komoditas yang berkontribusi terhadap inflasi adalah beras. Masyarakat Sumbar cenderung memilih beras premium, sehingga perlu kita kelola dari sisi pasokan dan distribusi,” jelasnya.
Mahyeldi juga memastikan meskipun sejumlah daerah terdampak bencana hidrometeorologi, stok bahan pangan pokok di Sumbar dalam kondisi aman dan mencukupi untuk beberapa bulan ke depan. Pemerintah daerah terus berupaya mempercepat pemulihan infrastruktur agar distribusi pangan tetap lancar.
Menurutnya, pengendalian inflasi pangan tidak dapat dilakukan secara parsial, melainkan memerlukan sinergi yang kuat antar seluruh pemangku kepentingan. Salah satu upaya penting adalah memastikan pasokan beras yang cukup dan berkualitas, sekaligus mendorong konsumsi produk pangan lokal.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong produksi dan konsumsi beras lokal yang berkualitas, sekaligus meningkatkan literasi masyarakat agar semakin bijak dalam memilih dan mengonsumsi pangan,” ungkapnya.












