BeritaLimapuluh Kota

Ketika Air Naik Lebih Cepat dari Bantuan: Kisah Warga Pangkalan Koto Baru Bertahan di Tengah Banjir

478
×

Ketika Air Naik Lebih Cepat dari Bantuan: Kisah Warga Pangkalan Koto Baru Bertahan di Tengah Banjir

Sebarkan artikel ini
Warga Pangkalan Koto Baru Bertahan di Tengah Banjir
Warga Pangkalan Koto Baru Bertahan di Tengah Banjir. (f/ist)

Mjnews.id – Pagi itu seharusnya menjadi awal hari yang biasa bagi warga Nagari Pangkalan. Namun sejak matahari belum sepenuhnya tinggi, air sudah lebih dulu menyusup ke dalam rumah-rumah mereka.

Perlahan, tanpa permisi, banjir menghapus rutinitas, harapan, dan rasa aman warga Kecamatan Pangkalan Koto Baru, Kabupaten Limapuluh Kota, Minggu (28/12/2025).

ADVERTISEMENT

Hujan deras yang turun sejak semalam membuat Sungai Mahek meluap. Air yang semula hanya membasahi halaman, berubah menjadi arus yang masuk ke ruang tamu, kamar tidur, hingga dapur.

Dari sebelas jorong di Nagari Pangkalan, setidaknya tiga jorong, Lakuak Gadang, Lubuak Nago, dan Koto Panjang, mengalami dampak paling parah.

Baca Juga: Nagari Pangkalan Dilanda Banjir, Akses Menuju Provinsi Riau Masih Bisa Dilalui

Di salah satu rumah yang kini dikepung air, Marlis hanya bisa duduk termenung. Jam di dinding menunjukkan pukul 13.00 WIB. Air sudah masuk rumah sejak sekitar pukul 07.30 WIB. Enam jam berlalu, namun yang ditunggu belum juga datang.

“Kami bukan minta macam-macam.Yang kami butuhkan sekarang ini cuma nasi bungkus. Untuk makan siang hari ini,” ujarnya pelan, suaranya bercampur lelah dan kecewa.

Dapur tak lagi bisa digunakan. Kompor terendam. Beras basah. Panci mengapung di sudut ruangan. Dalam kondisi seperti itu, memasak menjadi kemewahan yang mustahil. Anak-anak mulai rewel, orang tua menahan lapar, sementara warga hanya bisa menunggu menunggu bantuan yang terasa begitu jauh.

Air terus naik, hingga di beberapa rumah ketinggiannya mencapai dada orang dewasa. Barang-barang diselamatkan seadanya, diangkat ke tempat yang lebih tinggi. Sebagian warga memilih bertahan, sebagian lain terpaksa dievakuasi menggunakan perahu karet milik BPBD.

Di tengah genangan, Camat Pangkalan Koto Baru, Depi Peringki, SKM, MKM, menyebut banjir terjadi akibat Sungai Mahek yang tak mampu menampung tingginya curah hujan sejak malam sebelumnya. Ia menegaskan, keselamatan warga menjadi prioritas utama.

“Fokus kami saat ini adalah mengevakuasi warga agar selamat. Jangan sampai ada korban jiwa,” katanya di lokasi banjir.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT