Irman Gusman: Percepatan pembangunan tidak harus bergantung pada APBD dan APBN
Sebagai contoh, Irman Gusman mengangkat pengembangan Mentawai yang mulai didorong melalui kolaborasi dengan Kementerian Pariwisata, konsultan MarkPlus di bawah Hermawan Kartajaya, serta pembukaan peluang rute penerbangan baru melalui TransNusa.
Selain itu, dukungan juga diarahkan pada sektor pangan melalui rencana pembangunan gudang Bulog dan pengembangan sawah di Mentawai.
Irman Gusman menegaskan, percepatan pembangunan tidak harus bergantung pada APBD dan APBN.
“Siapa cepat dia dapat. Kalau hanya menunggu, tidak akan terjadi apa-apa,” ujarnya.
Di akhir, Irman Gusman mendorong agar momentum dana rehabilitasi dan rekonstruksi sekitar Rp33 triliun dimanfaatkan maksimal untuk mempercepat pembangunan ekonomi Sumatera Barat.
Sebagai informasi, seminar bertema “Membangkitkan Ekonomi Sumbar Pasca Bencana: Strategi Pemulihan, Ketahanan, dan Transformasi Ekonomi Berkelanjutan” dibuka oleh Mahyeldi Ansharullah yang diwakili oleh Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Keuangan, Reti Wafda.
Selain itu, kegiatan ini turut menghadirkan sejumlah narasumber, antara lain Kepala Bappeda Sumatera Barat, Zefnihan, Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Sumatera Barat Andi Satrio Biwodo, Kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Sumatera Barat M. Dody Fachrudin, akademisi Universitas Andalas Syafruddin Karimi, serta Ketua Umum Kadin Sumatera Barat Buchari Bachter. Diskusi dipandu oleh moderator Two Efli.
Kehadiran lebih dari 200 peserta, melampaui target awal, mencerminkan tingginya perhatian publik terhadap arah pemulihan dan transformasi ekonomi Sumatera Barat pasca bencana.
Partisipasi luas, baik secara langsung maupun daring melalui platform Zoom, semakin menegaskan tingginya antusiasme publik terhadap isu-isu ekonomi regional.
Dan hasil seminar ini selanjutnya akan dirumuskan dalam bentuk rekomendasi kebijakan konkret oleh tim perumus, sebagai pijakan akselerasi pertumbuhan ekonomi Sumatera Barat ke depan.
(*/dpd)












