Mjnews.id – Bupati Sijunjung, Benny Dwifa Yuswir menghadiri prosesi adat Batagak Gala 12 orang Niniak Mamak Ampek Suku Nagari Pamuatan, Kecamatan Kupitan, Kamis (2/4/2026).
Kegiatan sakral tersebut digelar di Los Pasar Pamuatan dan berlangsung khidmat dengan dihadiri berbagai unsur pemerintahan serta tokoh masyarakat.
Empat suku yang terlibat dalam prosesi ini yakni Suku Pitopang, Suku Nan Limo, Suku Melayu, dan Suku Mandailiang.
Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Kepala BKAD Defri Antoni, Direktur PDAM Doni Novriedi, Ketua LKAAM Kabupaten Sijunjung, Camat Kupitan, Novdel Fendra Melva Putra, unsur Forkopimcam, Kepala KUA Kupitan, Kepala Puskesmas Padang Sibusuk, Wali Nagari Pamuatan Rosman Nanin, serta Niniak Mamak, Bundo Kanduang, dan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati Benny Dwifa menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur adat, khususnya niniak mamak, Ketua KAN beserta jajaran, Wali Nagari, dan Bundo Kanduang yang terus menjaga serta melestarikan adat dan budaya Minangkabau di Kabupaten Sijunjung.
Menurutnya, peran niniak mamak sangat strategis sebagai pemimpin kaum yang bertanggung jawab membimbing anak, cucu, dan kemenakan ke arah yang lebih baik, sekaligus menanamkan nilai-nilai adat dan agama dalam kehidupan sehari-hari.
“Di tengah kondisi saat ini, banyak tantangan seperti kenakalan remaja dan berbagai penyimpangan. Ini menjadi tanggung jawab bersama, baik pemerintah daerah, nagari, maupun niniak mamak, untuk menjaga generasi muda agar tidak terjerumus,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa gelar adat yang disandang merupakan amanah besar yang harus diemban dengan penuh tanggung jawab. Pemerintah Kabupaten Sijunjung, lanjutnya, siap berkolaborasi dengan niniak mamak dalam membangun daerah yang berlandaskan adat dan budaya.
12 Ninik Mamak dilewakan dalam batagak gala
Adapun 12 niniak mamak yang dilewakan dalam Batagak Gala tersebut antara lain:
1. Lisman menjadi Datuok Pucuok (Suku Mandahiliang) – bergelar Datuok Bandaro
2. Irnando Zabetra menjadi Monti (Suku Mandahiliang) – bergelar Datuok Palindi
3. Doni Efisol Efendi menjadi Penghulu (Suku Mandahiliang) – bergelar Datuok Dirajo
4. Ardeni menjadi Pandito (Suku Mandahiliang) – bergelar Pandito Dirajo
5. Yoga Ferdiansyah menjadi Pandito (Suku Mandahiliang) – bergelar Pandito Rajo Pokie
6. H. Syahmenan menjadi Monti (Suku Melayu) – bergelar Nan Sati
7. Yasman menjadi Penghulu (Suku Melayu) – bergelar Pangulu Sati
8. H. Zubir M menjadi Imam (Suku Melayu) – bergelar Pokie Sutan
9. Iswandri menjadi Datuok Pucuok (Suku Patopang) – bergelar Datuok Rajo Lelo
10. Yushendri menjadi Pandito (Suku Patopang) – bergelar Pandito Malin Sonsu
11. Farhan menjadi Bilal (Suku Patopang) – bergelar Malin Mangenda
12. Asril menjadi Pandito (Suku Dalimo) – bergelar Pito Ali
Prosesi Batagak Gala ini menjadi simbol pengukuhan kepemimpinan adat yang diharapkan mampu memperkuat peran niniak mamak dalam menjaga nilai-nilai budaya sekaligus membina generasi muda di Nagari Pamuatan.
(tri)












