Masjid Ihsan menjadi saksi
Usai prosesi akad selesai, Ridwan Syarif tampak menundukkan kepala sejenak. Senyum tipis menghiasi wajahnya. Bahagia, namun juga penuh haru. Sebab mulai hari itu, putri kecilnya tak lagi sepenuhnya berada di bawah lindungannya.
“Semoga ananda kami bahagia dunia akhirat dalam menjalankan kehidupan berumah tangga,” ucapnya singkat.
Kalimat itu sederhana. Tetapi dari nada suaranya, tersimpan ribuan doa yang mungkin tak sanggup lagi ia rangkai satu per satu.
Di antara ramainya ucapan selamat dan doa yang mengalir dari para tamu, ada satu hal yang terasa begitu nyata pagi itu, cinta seorang ayah memang tidak pernah meminta balasan. Ia hanya ingin memastikan bahwa anak perempuannya akan hidup bahagia, bahkan bila kebahagiaan itu membuatnya harus belajar melepaskan.
Prosesi sakral tersebut turut dihadiri pimpinan Baznas Dharmasraya. Ketua Baznas, Z. Lubis Dt Sinaro Kuniang, bersama Wakil Ketua IV Bidang SDM, Ardios Monti Malano, bertindak sebagai saksi nikah.
Dan ketika akad itu usai, pagi di Masjid Ihsan tak hanya menyatukan dua insan dalam ikatan suci. Ia juga menjadi saksi bagaimana hati seorang ayah perlahan belajar ikhlas merelakan putrinya berjalan menuju kehidupan baru, bersama lelaki yang kini menjadi tempat pulangnya.
(Sutan)







