ADVERTISEMENT
EkonomiSumatera Barat

Budi Daya Ikan Kerapu, Salah Satu Fokus Pengembangan Pemprov Sumbar Tahun Ini

80
×

Budi Daya Ikan Kerapu, Salah Satu Fokus Pengembangan Pemprov Sumbar Tahun Ini

Sebarkan artikel ini
Gubernur Sumbar, Mahyeldi Berikan Keterangan Kepada Media
Gubernur Sumbar, Mahyeldi berikan keterangan kepada media, beberapa waktu lalu. (f/dok pemprov)

Mjnews.id – Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah, pastikan bahwa budi daya ikan kerapu akan menjadi salah satu fokus utama pengembangan potensi perikanan budi daya laut di Sumbar pada tahun 2024.

“Garis pantai kita cukup panjang. Selain itu, ikan kerapu juga merupakan komoditas ekspor sehingga dari segi ekonomi nilainya juga tinggi,” ujar Gubernur Mahyeldi di Padang, Rabu (24/1/2024).

ADVERTISEMENT
Scroll ke bawah untuk lihat konten

Saat ini, pengembangan budi daya ikan kerapu di Sumbar baru dilakukan di Kabupaten Pesisir Selatan dan Kabupaten Kepulauan Mentawai. Luas lahan yang telah dimanfaatkan baru mencapai 14,54 Ha dari total lahan yang memiliki potensi budidaya air laut seluas 17.703 Ha.

Baca Juga  PKK Pasbar Hadiri Final Lomba dan Festival Kuliner Sumatera Barat

Gubernur Mahyeldi menekankan bahwa masih terdapat ruang yang sangat luas bagi investor yang ingin terlibat dalam pengembangan budi daya ikan kerapu di Sumbar.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Sumbar, Reti Wafda, menyampaikan bahwa hasil budi daya ikan kerapu Sumbar telah menjadi komoditas ekspor dalam beberapa tahun terakhir. Hasil budidaya ini bahkan telah diekspor dua kali ke Hongkong dengan total sebanyak 20 ton.

Saat ini, harga ikan kerapu di pasar ekspor cukup tinggi. Contohnya, harga ikan kerapu bebek mencapai Rp420-450 ribu per kilogram, sedangkan kerapu hibrid sekitar Rp100 ribu per kilogram.

Baca Juga  Luar Biasa! Sumbar Ikut Seleksi GSI 2021, Seluruh Siswa dari Payakumbuh

Dinas Kelautan dan Perikanan Sumbar juga memberikan bantuan pakan kepada pembudidaya ikan kerapu. Selama tahun 2023, sebanyak 14.560 kg bantuan pakan telah didistribusikan, dengan alokasi terbanyak untuk pembudidaya di Kabupaten Pesisir Selatan.

Reti berharap bahwa dengan potensi budi daya ikan kerapu yang menjanjikan dan perhatian pemerintah daerah, pengembangan ini akan semakin diminati oleh para investor.

Kami Hadir di Google News