Ikhtiar peningkatan profesionalisme ASN, ditandai dengan dua hal. Pertama, peresmian dan pemanfaatan Pusat Penilaian Kompetensi. Ini penting dalam penyiapan dan pemetaan talenta Kemenag sebagai jalan mengoptimalkan penerapan merit system.
Kedua, reformulasi kediklatan. Optimalisasi penggunaan platform digital LMS MOOC Pintar terbukti berhasil mengakselerasi program kediklatan. Dalam 15 bulan terakhir, 284.054 peserta ikut program diklat Kemenag. Ini setara 9.468 kelas dengan 30 peserta tiap kelasnya.
“Potensi efisiensi anggarannya bahkan mencapai Rp1,6 triliun karena diklat digelar online, tidak harus tatap muka,” sebut Gus Men.
Dumas online Itjen Kemenag juga makin efektif dan responsif. Dalam rentang September 2022 hingga November 2023, ada 689 aduan masyarakat yang masuk ke Itjen Kementerian Agama. Dan, 96% aduan yang masuk sudah berhasil ditindaklanjuti oleh Itjen Kementerian Agama.
“Komitmen anti korupsi terus dijaga, tujuh tahun berturut Kemenag raih opini WTP atas hasil pemeriksaan BPK,” tegas Gus Men.
Legacy lainnya, kata Gus Men, adalah revitalisasi Badan Kesejahteraan Masjid (BKM). Setelah vakum sekian lama, BKM kembali diaktifkan sehingga terbentuk BKM Pusat, 34 BKM provinsi, 421 BKM kabupaten/kota, 3.452 BKM kecamatan, dan 17.629 BKM kelurahan/desa. Total ada 21.537 BKM di Indonesia.
“Melalui BKM, masjid akan didesain menjadi pusat kegiatan keagamaan, sosial, ekonomi, dan kegiatan lain yang bermanfaat bagi masyarakat,” tegas Gus Men.
Terakhir, tahun ini, Kemenag juga telah menerbitkan SK Inpasssing 98.972 guru madrasah bukan ASN, setelah mereka menunggu 12 tahun. Sehingga, mereka berhak mendapat tunjangan inpassing.
“Untuk 2023, mereka mendapat tunjangan selama tiga bulan, Oktober, November, dan Desember. Anggaran Rp321,8 miliar sudah disiapkan dan sudah dicairkan,” tandasnya.
Gusmen berharap, semoga ke depan, Kemenag terus bisa meningkatkan kinerja untuk memberikan layanan terbaik ke seluruh umat.












