Dalam klarifikasi Kepala BGN yang sebenarnya terjadi makanan belum dikonsumsi, karena ada proses pengolahan ayam yang tidak terlalu cepat, kemudian nasinya menimbulkan bau. Ketika dibuka bau, sehingga tidak dibagikan ke siswa. Jadi bukan bau muntah, sehingga proses keracunan tidak terjadi.
Kemudian di Batang Jawa Tengah, laporan tentang siswa SD keracunan MBG, prosesnya, sebetulnya pengiriman tepat waktu, karena standar pengiriman 30 menit harus sampai. Sayangnya makanan ditahan alias tidak segera dikonsumsi sampai siang. Jadi bukan proses keracunan, tapi karena konsumsi ada waktu jeda.
Yang benar-benar terjadi keracunan adalah di Sukoharjo Jawa Tengah. Masalahnya bahan baku datang kemudian marinasi, ketika mau dimasak gas habis. Sehingga ketika disajikan bau, sehingga ditarik ulang, dan akhirnya diganti telur.
Di Cianjur Jawa Barat, peristiwa yang diduga keracunan makanan siswa MAN dan SMP masih menunggu hasil lab. Karena uji air dan peralatan baik, jadi masih menunggu cek mikrobiologinya. Apakah dari makanan dari SPPG.
KPAI juga meminta sisa makanan dan tempat makanan tidak dibersihkan di sekolah, tetapi tetap dicuci di SPPG.
“Peristiwa Cianjur, sebenarnya mereka sudah melakukan 3 bulan pelayanan dan aman, namun tiba tiba 1 kali kejadian. Karena itu kemudian BGN lakukan refreshment, training ulang, sekaligus untuk peningkatan pelayanan, penyegaran, agar selalu waspada. Kami juga meminta semua bekas makanan, tidak di cuci di sekolah, tapi diserahkan ke SPPG,” jelas Kepala Badan BGN.
Di Halmahera Barat, kami kirim 1 hari 3.500 porsi ke sekolah, namun di akhir makanan ada 1 peristiwa di kemasan ada belatung di lauk ayam, itu belatung hidup. Yang ternyata hanya dipakai untuk kepentingan konten.
Kemudian peristiwa di Palembang, ada ibu-ibu mengupload di Tiktok dengan menu ayam busuk. Jadi peristiwa sesungguhnya, hari Senin anak diberi makan, tapi tidak langsung dimakan, kemudian dimasukkan dalam tas, dan tidak terdeteksi, dan baru ditemukan ibu, baru cek di hari berikutnya. Akhirnya bentuknya busuk. Dan hal seperti ini bisa terjadi di lapangan, sehingga BGN antisipasi meminta petugas untuk semua di video, foto dan keterangan.
Kepala BGN juga menyampaikan, peristiwa layanan makan di sekolah, dan menjadi peristiwa siswa sakit juga pernah terjadi di berbagai negara, seperti negara Mesir dari tahun 1991 s.d. 2017 (26 tahun) terdapat peristiwa 3.353 siswa sakit, Tiongkok 1990 s.d. 2003 (13 tahun) terdapat peristiwa 3000 siswa sakit, Jepang 1947 s.d. 1996 (46 tahun) terdapat peristiwa 6000 siswa sakit, Finlandia 1943 – 2023 (80 tahun) terdapat peristiwa 600 siswa sakit, Amerika Serikat 1946 – 1997 (51 tahun) terdapat peristiwa 300 siswa sakit, Republik Dominika 2003 – 2010 (7 tahun) terdapat peristiwa 300 siswa sakit, Afrika Selatan 1994 – 2014 (20 tahun) terdapat peristiwa 164 siswa sakit, Inggris (Wales) 1908 – 2006 (99 tahun) terdapat peristiwa 157 siswa sakit, 1 meninggal dan kemudian Indonesia 2024 – 2025 (≤1 tahun) terdapat peristiwa 40 siswa sakit akibat ayam berbumbu.
Dalam pernyataan di acara KPAI menjelaskan, Kepala BGN mendorong adanya pengawasan independen dari masyarakat, dan lembaganya siap berkoordinasi. Bahkan siap menfasilitasi. Ia meminta Monev dari KPAI, agar independen.
Sebenarnya kami telah melaksanakan MoU, seperti dengan BPOM, Pemda. Terkait infrastruktur sekolah kami kerjasama dengan Kemendikdasmen dan Pemda, pengawasan ibu hamil dan balita kami menggunakan standar Kemenkes. Bahan baku dari Kementerian Pertanian, Kementerian Koperasi, Kementerian Desa. Sedangkan untuk pengiriman kami memakai infrastruktur posyandu bersama Kemenkes dan BKKBN.
Komponen pengawasan adalah rantai pasok, penganggaran, penyediaan bahan pangan, bahan baku, proses menjadi bahan jadi, pengemasan dan pengiriman, sampai diterima konsumen, yang saya kira masih perlu di detailkan, agar tidak terjadi kekosongan pengawasan, karena ini soal makanan yang langsung berdampak pada anak saat itu juga, yang butuh perhatian lebih kita semua. Perusahaan industri pangan juga bisa berperan, membagi pengalamannya, menjadi bagian pengawasan bersama.












