Opini

Makan Bergizi Gratis, Upaya Masif Selamatkan Anak dalam Sekolah

1204
×

Makan Bergizi Gratis, Upaya Masif Selamatkan Anak dalam Sekolah

Sebarkan artikel ini
KPAI tinjau proses penyiapan makan bergizi gratis
KPAI tinjau proses penyiapan makan bergizi gratis. (f/ist)

Karena mau tidak mau, mencapai target tentu sangat baik, tetapi seiring dengan itu tuntutan pengawasan ketat dan detail, juga tidak bisa di tinggalkan. Ini misi mulia negara yang bertujuan membangun modal kesehatan yang tinggi untuk anak anak. Maka kalau ujungnya keracunan tentu menjauh dari tujuan mulia MBG itu sendiri

Para pelaku dan penerima manfaat MBG perlu diingatkan agar kembali kepada tujuan mulia Presiden dalam MBG, sehingga komponen angggaran pengawasan benar benar harus di siapkan. Namun skema komponen ini juga bisa cepat dilakukan dengan berkolaborasi dengan masyarakat, lembaga profesi, sekolah jurusan terkait dan akedemisi terkait, ahli gizi, ahli penyimpanan dan pengiriman.

ADVERTISEMENT

Komponen pengawasan ini benar benar harus hidup dan dipenuhi sewajarnya, di tengah angka pencapaian MBG yang telah mencapai 14.226 sekolah dan 3.248.379 makanan perhari yang tersalurkan. Dengan data per 28 April 2025 ada 153 anak rawat jalan, 5 anak rawat inap dan 1 SPPG masalah pembayaran.

SOP mekanisme pengawasan MBG, mulai bibit, tanam, pembelajaan bahan, penyortiran sebelum dimasak, proses pembersihan, alat yang digunakan, sanitasi tempat penyimpanan bahan pangan dan alat, proses masak, bumbu masak, pengepakan, pengiriman menjadi bagian tidak terpisahkan dari pengawasan.

Dari berbagai peristiwa ini, kita tahu, ujungnya adalah anak yang paling dirugikan. Sayangnya kecemasan anak tersebut, dapat berisiko fatal, karena langsung pada turunnya modal kesehatan anak anak kita yang cepat, baik secara fisik dan psikis.

Meski hanya sedikit peristiwanya, namun kalau di bilang dari prosentase keseluruhan yang disalurkan, tetap saja fokus kita harga satu nyawa anak menentukan keseluruhan nasib bangsa ini. Karena merekalah yang akan mengganti peran peran kita ke depan.

Sehingga jangan sampai keinginan intervensi MBG, dalam memberi modal kesehatan anak yang tinggi, justru menjadi berubah, di patahkan oleh hal hal yang menurut saya remeh temeh, yaitu ketegasan kita kepada soal pengawasan.

Untuk itu KPAI bersama pengawasan KPAD di daerah seluruh Indonesia punya kewajiban segera bersinergi dengan pelaksana lapangan, agar kita semua dapat gotong royong mengintensifkan pengawasan.

Saya kira aspek positif MBG lebih besar, bahkan sangat besar. Ditengah berbagai industri makanan, minuman dan jajanan dengan kemasan menarik dan iklan menarik menggempur anak anak dan mempengaruhi kesehatan anak, termasuk konsumsi industri candu, sehingga mereka tidak mendapatkan akses gizi seimbang.

Bagi KPAI, program MBG adalah solusi terbaik agar anak berbudaya, teredukasi dengan makan dan minum yang mengandung gizi seimbang. Karena tidak mudah anak memilih makanan, minuman dan jajanan yang bisa dikonsumsi ideal, memenuhi gizi seimbang, fresh, aman, nyaman, halal dan menyehatkan.

Industri makanan mengepung anak tanpa informasi yang jelas kandungannya, namun mereka berhasil bersikap manipulatif sehingga anak-anak mengkonsumsi. Di sisi lain makanan, minuman dan jajanan sehat kurang punya promosi yang baik di tengah masyarakat.

Sebenarnya dalam membuat Infrastruktur SPPG, BGN memiliki 4 standar operasional, pertama Mitra dan Kepala SPPG memiliki minimal standar pemenuhan kalori sesuai pertumbuhan anak, seperti anak usia PAUD 350 kalori dan SMA 750 kalori. Kedua komposisi gizi, tidak menetapkan menu nasional, tapi komposisi gizi, misal 30 persen dipenuhi protein, 40 persen karbohidrat, 40 persen serat. Dengan perekrutan ahli gizi lokal berbasis SDM lokal, di harapkan anak anak dapat terpenuhi makanan kesukaan mereka. Ketiga faktor hygienis, dengan alur prosessing, setiap ruangan ada sekat, ada tempat penyimpanan kering dan basah, semua bahan yang digunakan stainless stell. Keempat tentang bahan baku yang di cek Dinas Kesehatan dan BPOM dalam keamanan dan mitigasi pangan.

Sehingga tujuan mulia ini, harusnya membangun kesadaran semua masyarakat, untuk ikut berpartisipasi dalam pengawasan, agar budaya makan sehat melalui MBG terus berlangsung dengan baik.

Baca berita Mjnews.id lainnya di Google News

ADVERTISEMENT