Sedangkan bencana banjir sering terjadi pada Nagari Gunung Selasi, Nagari Empat Koto Pulau Punjung, Nagari Timpeh, Nagari Tabek, Nagari Panyubarangan, Nagari Ranah Palabi, Nagari Taratak Tinggi Kecamatan Timpeh.
Kemudian Nagari Abai Siat dan Nagari Bonjol Kecamatan Koto Besar. Nagari Koto Salak, dan Nagari Padukuan Kecamatan Koto Salak. Nagari Muaro Sopan dan Nagari Sopan Jaya Kecamatan Padang Laweh, Nagari Koto Baru dan Nagari Ampang Kuranji Kecamatan Koto Baru. Nagari Tiumang Kecamatan Tiumang, Nagari Sitiung, Nagari Sungai Duo, Nagari Gunung Medan, Nagari Siguntur Kecamatan Sitiung. Nagari Koto Nan Ampek Dibawuah, Nagari Silago Nagari Lubuk Karak, Nagari Banai Kecamatan Sembilan Koto.
Sementara bencana tanah longsor sering terjadi di Kecamatan Sembilan Koto, kekeringan sering terjadi beberapa nagari di Kecamatan Koto Baru, Kecamatan Timpeh dan Kecamatan Pulau Punjung. Angin puting beliung dapat terjadi pada seluruh wilayah Kabupaten Dharmasraya, karena wilayah Dharmasraya secara umum merupakan dataran.
“Pemerintah daerah perlu melakukan upaya untuk mengurangi risiko bencana, salah satunya dengan cara melakukan Apel Kesiapsiagaan Bencana untuk memastikan kesiapan personil dan peralatan penunjang dalam menghadapi datangnya bencana,” tegasnya lagi.
Kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana diperlukan dukungan penuh dari berbagai elemen yang ada di Kabupaten Dharmasraya. Seperti TNI, POLRI, Kajari, DPRD, Pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, dunia usaha, akademisi, komunitas masyarakat pemerhati bencana, para penggiat kebencanaan, para penggiat kemanusian, lingkungan pendidikan, dan lingkungan kesehatan.
“Saya sangat mengharapkan peserta apel kesiapsiagaan bencana dapat bekerja sama dalam menghadapi penanggulangan bencana, yang mungkin saja terjadi. Dan merupakan tanggung jawab kemanusiaan dalam membantu masyarakat Kabupaten Dharmasraya. Kita berdoa semoga Kabupaten Dharmasraya dihindarkan dari segala bentuk bencana,” pungkasnya.
(wy)












